Cara mengatur keuangan bulanan mahasiswa dengan kiriman terbatas

Masalah keuangan mahasiswa jarang terletak pada jumlah kirimannya. Lebih sering pada polanya, yaitu dua minggu pertama terasa longgar dan dua minggu terakhir terasa mencekik, padahal jumlah totalnya sama saja.

Artikel ini tidak akan menyuruh Anda berhemat secara umum, karena saran seperti itu tidak bisa dikerjakan. Yang dibahas adalah cara memecah pengeluaran sehingga akhir bulan tidak selalu menjadi bencana.

Mulai dari Mencatat, Bukan dari Menghemat

Hampir semua orang salah menebak ke mana uangnya pergi. Sebelum mengubah apa pun, catat seluruh pengeluaran selama dua minggu, termasuk yang kecil.

Dua minggu sudah cukup untuk memunculkan polanya. Yang biasanya mengejutkan bukan pengeluaran besar yang sudah Anda sadari, melainkan pengeluaran kecil yang berulang setiap hari.

Catat di mana pun yang paling mungkin Anda lanjutkan, entah aplikasi atau catatan di ponsel. Yang penting satu tempat, dan dicatat saat itu juga, bukan diingat ingat nanti malam.

Pisahkan Pengeluaran Menjadi Tiga Jenis

Setelah dua minggu, kelompokkan catatan Anda menjadi tiga.

Tetap. Kos, pulsa dan internet, ongkos ke kampus. Jumlahnya hampir sama setiap bulan dan sulit diubah dalam jangka pendek.

Kebutuhan harian. Makan, keperluan mandi dan cuci. Jumlahnya bisa diatur, tapi tidak bisa dihilangkan.

Tidak tetap. Jajan, nongkrong, langganan hiburan, belanja daring. Di sinilah hampir semua selisih akhir bulan berasal.

Melihat ketiganya terpisah biasanya langsung menjelaskan mengapa uang habis lebih cepat dari yang dikira.

Cara Membagi yang Mencegah Krisis Akhir Bulan

Urutannya begini, dan urutannya penting.

Satu, sisihkan pengeluaran tetap di awal. Begitu kiriman masuk, pisahkan uang kos dan ongkos sebulan. Jangan dicampur dengan uang harian, karena uang yang terlihat banyak di satu tempat cenderung terpakai.

Dua, bagi sisanya per minggu, bukan per bulan. Ini perubahan kecil yang paling besar dampaknya. Jatah mingguan membuat Anda tahu sedang boros atau tidak pada hari ketiga, bukan pada hari kedua puluh lima ketika sudah terlambat.

Tiga, sisihkan dana darurat kecil. Jumlahnya tidak perlu besar. Fungsinya menangani hal yang pasti terjadi beberapa kali setahun: ponsel rusak, kendaraan bermasalah, fotokopi mendadak menjelang ujian, atau harus pulang karena urusan keluarga. Tanpa ini, satu kejadian kecil memaksa Anda berutang.

Empat, sisa dari jatah mingguan jangan langsung dipakai. Kumpulkan ke dana darurat atau ke minggu berikutnya.

Tempat Kebocoran yang Paling Umum

Ongkos kirim dan biaya layanan. Pesan antar makanan beberapa kali seminggu sering menambah pengeluaran yang jumlahnya tidak terasa karena terpecah pecah.

Langganan yang terlupa. Periksa daftar langganan di ponsel Anda. Hampir selalu ada yang masih berjalan tanpa dipakai.

Promo yang membuat Anda membeli hal yang tidak direncanakan. Potongan harga tetap berarti uang keluar.

Patungan yang tidak pernah ditagih. Jumlahnya kecil per kejadian, tapi menumpuk.

Kalau Kiriman Memang Tidak Cukup

Ini perlu dipisahkan dengan jujur. Kalau setelah dicatat ternyata pengeluaran paling dasar saja sudah melebihi pemasukan, masalahnya bukan pengaturan, dan tidak akan selesai dengan mengatur lebih rapi.

Yang bisa ditempuh, berurutan dari yang paling ringan: periksa keringanan biaya kuliah yang tersedia di kampus Anda, cari pekerjaan paruh waktu yang jamnya tidak bertabrakan dengan kuliah, dan bicarakan keadaannya dengan keluarga sebelum menumpuk utang.

Satu hal yang perlu diwaspadai, tawaran pinjaman cepat yang beredar di kalangan mahasiswa. Pinjaman dengan bunga tinggi untuk menutup kebutuhan bulanan hampir selalu memperburuk keadaan di bulan berikutnya, karena pokok masalahnya tidak berubah sementara kewajibannya bertambah.

Catatan

Artikel ini panduan umum, bukan nasihat keuangan profesional. Keadaan tiap orang berbeda, dan untuk persoalan yang serius, bicarakan dengan pihak yang berkompeten, termasuk layanan kemahasiswaan di kampus Anda.

Menghitung Batas Harian Anda

Angka yang paling berguna bukan total kiriman, melainkan sisa per hari. Cara menghitungnya pendek.

Batas harian = (Kiriman bulanan − pengeluaran tetap) ÷ jumlah hari sampai kiriman berikutnya

Pengeluaran tetap adalah yang sudah pasti keluar dan tidak bisa digeser, yaitu sewa kamar, listrik kalau terpisah, paket internet, dan langganan apa pun yang terikat tanggal.

Keluarkan dulu semuanya di awal bulan, jangan dibayar menyusul. Yang tersisa setelah itu adalah uang yang benar benar bisa Anda pakai, dan dibagi jumlah hari akan menghasilkan angka yang jauh lebih jujur daripada perasaan masih ada.

Hitung ulang angka ini setiap kali ada pengeluaran besar di luar rencana. Sekali dihitung di awal bulan lalu dilupakan, angka itu tidak berguna sejak minggu kedua.

Pos yang Bisa Ditekan dan yang Sebaiknya Tidak

Pos Ruang penghematan Catatan
Sewa kamar Besar, tetapi hanya saat pindah Keputusan setahun sekali, pengaruhnya paling besar
Makan di luar Besar Pos pertama yang perlu dilihat kalau anggaran selalu habis
Transportasi Menengah Jalan kaki untuk jarak dekat, jadwalkan perjalanan agar tidak bolak balik
Langganan hiburan Menengah Periksa mana yang benar benar dipakai
Fotokopi dan cetak Kecil tapi sering Cetak sekaligus, hindari cetak mendadak di sekitar kampus
Makan harian Jangan dijadikan pos penghematan utama Menghemat di sini biasanya berbalik jadi biaya lain

Urutannya penting. Banyak mahasiswa mulai dari pos terkecil karena paling mudah, padahal yang menentukan adalah dua pos teratas.

Cara Memisahkan Uang agar Tidak Tercampur

Masalahnya hampir selalu bukan jumlah, melainkan semua uang berada di satu tempat sehingga tidak terlihat mana yang sudah punya tujuan.

Pisahkan uang pengeluaran tetap begitu kiriman masuk. Rekening lain, dompet lain, atau fitur kantong pada aplikasi bank yang Anda pakai. Caranya tidak penting, pemisahannya yang penting.

Ambil uang harian secara berkala, bukan sekaligus. Mengambil untuk tujuh hari membuat batas harian terasa nyata, sedangkan saldo besar di satu tempat tidak.

Sisihkan pos tak terduga di awal, bukan dari sisa. Setiap bulan ada sesuatu, misalnya fotokopi mendadak, iuran kegiatan, atau barang yang rusak. Sisa akhir bulan hampir tidak pernah ada, jadi sisihkan lebih dulu meski kecil.

Kalau Kiriman Telat atau Uang Habis di Tengah Bulan

Keadaan ini lazim dan bisa ditangani tanpa membuatnya lebih rumit.

  1. Hitung sisa hari dan sisa uang, lalu tulis angkanya. Memperkirakan dalam kepala hampir selalu terlalu optimistis.
  2. Bicarakan dengan pemilik kos kalau sewa jatuh tempo. Menyampaikan lebih dulu hampir selalu diterima lebih baik daripada menghilang.
  3. Tunda pengeluaran yang bisa ditunda, dan jangan menambah kewajiban baru yang berbunga untuk menutup kekurangan jangka pendek.
  4. Periksa bantuan yang tersedia di kampus Anda. Banyak kampus punya skema keringanan atau penundaan pembayaran yang tidak diumumkan luas; bagian kemahasiswaan adalah tempat menanyakannya.

Satu hal yang perlu dihindari adalah menutup kekurangan dengan pinjaman daring berbunga tinggi. Kekurangan satu minggu bisa berubah menjadi beban beberapa bulan, dan ini pola yang paling sering disesali mahasiswa yang pernah melakukannya.

Kebiasaan yang Paling Berpengaruh

Catat pengeluaran selama satu bulan penuh, sekali saja. Bukan selamanya. Satu bulan cukup untuk mengetahui ke mana uang Anda sebenarnya pergi, dan hasilnya hampir selalu berbeda dari dugaan.

Tetapkan satu hari tanpa pengeluaran setiap minggu. Sederhana, dan pengaruhnya pada total bulanan terasa.

Periksa harga sebelum berangkat, bukan di tempat. Terutama untuk pembelian yang nilainya besar, misalnya perlengkapan kuliah dan perangkat.

Baca Juga

By Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *