Cara mengurus surat izin penelitian untuk skripsi

Surat izin penelitian adalah berkas kecil yang bisa menahan skripsi berminggu minggu. Penyebabnya hampir selalu sama: diurus terlambat, atau diurus dengan urutan yang keliru sehingga harus mengulang dari awal.

Prosesnya sendiri tidak rumit, tetapi melibatkan beberapa pihak yang masing masing punya waktu proses sendiri.

Siapa yang Menerbitkan dan Siapa yang Menerima

Pola yang umum berlaku di kampus Indonesia:

Pihak Perannya
Program studi Memberi persetujuan awal, biasanya lewat pembimbing
Fakultas atau bagian akademik Menerbitkan surat resminya
Lembaga tujuan Menerima surat dan memberi izin
Dinas atau badan kesatuan bangsa Kadang diperlukan untuk penelitian di instansi pemerintah daerah

Baris terakhir yang paling sering mengejutkan. Penelitian di sekolah negeri, puskesmas, atau kantor pemerintah daerah sering menuntut rekomendasi dari dinas terkait lebih dulu, dan itu menambah waktu beberapa hari sampai beberapa minggu.

Urutan Mengurusnya

  1. Pastikan lokasi penelitian menerima mahasiswa. Hubungi lebih dulu secara informal sebelum mengurus surat apa pun. Ini langkah yang paling sering dilewati, dan paling banyak membuang waktu kalau terlewat.
  2. Tanyakan apa yang mereka butuhkan. Sebagian lembaga punya formulir sendiri, dan sebagian meminta proposal ikut dilampirkan.
  3. Minta persetujuan pembimbing. Biasanya berupa tanda tangan pada formulir permohonan.
  4. Ajukan ke bagian akademik fakultas. Bawa proposal yang sudah disetujui, karena banyak fakultas mensyaratkannya.
  5. Ambil suratnya, lalu periksa isinya. Nama lembaga, alamat, judul penelitian, dan rentang waktunya harus benar.
  6. Antarkan ke lembaga tujuan, lalu minta tanda terima atau bukti penerimaan.
  7. Tunggu surat balasan, dan simpan salinannya karena biasanya dilampirkan di skripsi.

Langkah kelima perlu diperhatikan. Kesalahan penulisan nama lembaga pada surat sering membuat berkas ditolak, dan menerbitkan ulang memakan waktu yang sama dengan menerbitkan yang pertama.

Isi Surat yang Perlu Dipastikan Benar

  • Nama lengkap lembaga tujuan beserta alamatnya, ditulis sesuai nama resminya.
  • Nama dan NIM Anda.
  • Program studi dan fakultas.
  • Judul penelitian, sama persis dengan yang disetujui pembimbing.
  • Rentang waktu penelitian. Ambil rentang yang lebih longgar daripada perkiraan Anda, karena memperpanjangnya berarti mengurus surat baru.
  • Nama pembimbing.

Perkiraan Waktu

Waktu proses berbeda jauh antar kampus dan antar lembaga, tetapi polanya biasanya seperti ini.

Tahap Perkiraan
Penerbitan surat oleh fakultas Beberapa hari kerja
Rekomendasi dinas, kalau diperlukan Beberapa hari sampai beberapa minggu
Balasan dari lembaga tujuan Beberapa hari sampai beberapa minggu

Angka di atas gambaran umum, bukan ketentuan. Yang perlu diambil darinya satu hal: mulai mengurus surat segera setelah proposal disetujui, bukan ketika Anda sudah siap mengambil data.

Kalau Permohonan Ditolak

Tanyakan alasannya. Sering kali penyebabnya teknis, misalnya waktunya bertepatan dengan kesibukan lembaga, dan bisa diatur ulang.

Tawarkan penyesuaian. Mengurangi jumlah responden, mengubah waktu pengambilan data, atau mengganti wawancara menjadi kuesioner sering membuat permohonan diterima.

Siapkan lokasi cadangan sejak awal. Ini yang paling menolong. Mahasiswa yang sejak menyusun proposal sudah punya dua lokasi calon jarang tertahan di tahap ini.

Laporkan ke pembimbing. Kalau lokasi harus diganti, judul dan ruang lingkup penelitian biasanya ikut menyesuaikan, dan itu perlu disepakati lebih dulu.

Perlu diingat, sebagian penelitian yang melibatkan manusia, terutama di bidang kesehatan, menuntut kelaikan etik dari komisi etik, dan prosesnya terpisah dari surat izin ini. Pastikan ke program studi Anda apakah itu diperlukan.

Baca Juga

By Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *