Kuliah sambil bekerja bukan hal luar biasa di Indonesia, dan sebagian besar yang menjalaninya tidak punya pilihan lain. Masalahnya, saran yang beredar umumnya ditulis untuk mahasiswa yang bekerja karena ingin, bukan karena harus. Artikel ini ditulis untuk keadaan yang kedua.
Yang Perlu Diputuskan Lebih Dulu
Satu keputusan menentukan segalanya: mana yang menjadi prioritas ketika keduanya bertabrakan. Pertanyaan ini perlu dijawab sekarang, dalam keadaan tenang, bukan nanti ketika jadwal ujian bertabrakan dengan jadwal kerja.
Jawabannya sah apa pun. Yang tidak sah adalah menundanya, karena tanpa urutan yang jelas, keputusan akan diambil berdasarkan mana yang lebih mendesak hari itu, dan itu biasanya pekerjaan.
Menyesuaikan Jumlah SKS
Ini penyesuaian yang paling berpengaruh dan paling sering dilewati. Mengambil SKS penuh sambil bekerja penuh waktu adalah penyebab paling umum nilai berantakan di kalangan mahasiswa pekerja.
| Jam kerja per minggu | SKS yang masuk akal | Perkiraan lama kuliah |
|---|---|---|
| Di bawah 20 jam | 18 sampai 21 | Mendekati normal |
| 20 sampai 30 jam | 15 sampai 18 | Bertambah sekitar satu semester |
| Di atas 35 jam | 12 sampai 15 | Bertambah dua semester atau lebih |
Angka di kolom terakhir perlu diterima sejak awal, bukan disesali di tahun keempat. Lulus setengah tahun lebih lama dengan transkrip yang baik umumnya lebih berguna daripada lulus tepat waktu dengan IPK yang menyulitkan di tahap berikutnya.
Perlu diingat, jumlah SKS yang boleh diambil juga dibatasi IPS semester sebelumnya, dan ketentuannya berbeda antar kampus.
Memilih Jadwal yang Tidak Bertabrakan
Lakukan ini pada masa pengisian KRS, karena setelah itu pilihannya sudah habis.
- Susun dulu jadwal kerja Anda, baru pilih kelas di sekitarnya, bukan sebaliknya.
- Kalau ada kelas malam atau kelas akhir pekan, dahulukan.
- Padatkan kuliah di sedikit hari. Tiga hari penuh lebih mudah diatur daripada lima hari yang masing masing cuma satu mata kuliah.
- Perhitungkan waktu perjalanan antara tempat kerja dan kampus, bukan hanya jam mulai kelas.
- Hindari mata kuliah berpraktikum berat pada semester dengan beban kerja paling tinggi.
Bicara dengan Kedua Pihak
Ke atasan. Sampaikan sejak awal bahwa Anda kuliah, beserta jadwalnya. Banyak tempat kerja bersedia menyesuaikan kalau diberi tahu jauh hari, dan hampir tidak ada yang bersedia kalau diberi tahu mendadak di hari ujian.
Ke dosen pembimbing akademik. Mereka yang menyetujui KRS Anda dan tahu mata kuliah mana yang berat. Sampaikan keadaan Anda saat konsultasi KRS, bukan setelah nilai keluar.
Ke dosen pengampu, kalau memang perlu. Untuk hal yang benar benar bertabrakan, sampaikan sebelum kejadian, bukan sesudah. Ketentuan izin dan penggantian tugas berbeda beda, dan diputuskan dosen yang bersangkutan.
Soal Kehadiran
Ini batas yang paling tidak bisa ditawar. Hampir semua kampus menetapkan kehadiran minimal untuk boleh mengikuti ujian akhir, lazimnya di kisaran 75 persen, dan mahasiswa yang gagal memenuhinya tidak bisa ikut ujian berapa pun nilai tugasnya.
Hitung jatah ketidakhadiran Anda di awal semester, lalu perlakukan sebagai cadangan untuk keadaan darurat, bukan sebagai jatah yang boleh dihabiskan. Mahasiswa pekerja yang gagal biasanya bukan karena tidak mampu, melainkan karena kehabisan jatah kehadiran di bulan pertama.
Yang Perlu Dijaga
Dua hal yang biasanya dikorbankan lebih dulu, dan keduanya mahal.
Waktu istirahat. Mengurangi tidur terasa seperti menambah waktu, padahal yang bertambah adalah waktu yang dipakai dengan kualitas rendah. Pekerjaan dan tugas sama sama menurun hasilnya.
Satu hari libur penuh. Pertahankan satu hari tanpa kuliah dan tanpa kerja dalam seminggu, meski harus menolak lembur. Bekerja tujuh hari seminggu selama satu semester penuh adalah pola yang jarang bertahan sampai akhir.
Kalau beban keduanya terasa sudah tidak tertahan, cuti satu semester adalah pilihan resmi yang tersedia dan jauh lebih baik daripada menghilang tanpa mengurus apa pun.
Baca Juga
- Cara Membagi Waktu Kuliah dan Organisasi
- Memahami SKS, IPK, dan IPS
- Cuti Kuliah, Syarat dan Prosedurnya

[…] Kuliah Sambil Kerja dan Cara Mengaturnya […]