Pindah ke kota lain untuk kuliah mengubah lebih banyak hal daripada yang diperkirakan. Bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga siapa yang bisa Anda andalkan ketika ada yang tidak beres. Bulan pertama hampir selalu paling berat, dan itu normal.
Artikel ini disusun berurutan menurut waktunya, karena yang dibutuhkan di minggu pertama berbeda dengan yang dibutuhkan di bulan ketiga.
Minggu Pertama
Yang perlu diselesaikan, dan sebaiknya tidak ditunda.
- Simpan nomor penting, yaitu pemilik kos, satu teman sekelas, bagian kemahasiswaan, dan klinik atau puskesmas terdekat.
- Cari tahu letak tiga tempat, yaitu tempat makan murah terdekat, minimarket, dan tempat mencetak atau fotokopi.
- Kenali rute ke kampus beserta lama tempuhnya pada jam sibuk, bukan jam kosong.
- Urus administrasi kependudukan sementara kalau kos atau daerah Anda mensyaratkannya.
- Kabari keluarga bahwa Anda sudah sampai dan sepakati pola kabar berikutnya, misalnya sekali atau dua kali seminggu.
Poin terakhir sering diabaikan, lalu berubah jadi persoalan. Menyepakati pola kabar sejak awal mencegah kekhawatiran berlebih dari rumah sekaligus mengurangi rasa bersalah Anda sendiri.
Bulan Pertama
Yang menentukan di tahap ini adalah membangun hal hal yang bisa diandalkan.
Punya satu atau dua orang yang bisa dihubungi. Tidak harus teman dekat. Cukup orang yang bisa diminta tolong kalau Anda sakit atau tertinggal informasi kuliah.
Tetapkan pola belanja dan makan. Makan di luar setiap kali adalah penyebab kiriman habis paling cepat. Kalau kos mengizinkan memasak, mulai dari hal paling sederhana.
Kenali harga setempat. Mahasiswa rantau sering membayar lebih mahal di bulan pertama karena belum tahu harga wajar, mulai dari laundry sampai ongkos.
Ikut satu kegiatan. Satu saja. Kegiatan himpunan, komunitas daerah, atau kegiatan keagamaan sama baiknya. Tujuannya punya lingkaran di luar kelas.
Soal Biaya
Mahasiswa rantau menanggung pos yang tidak ditanggung mahasiswa yang tinggal di rumah, dan ini perlu dihitung sejak awal, bukan dirasakan belakangan.
| Pos tambahan | Catatan |
|---|---|
| Sewa kamar | Pos terbesar, dan satu satunya yang bisa ditekan besar besaran, tetapi hanya saat pindah |
| Makan tiga kali sehari | Pos kedua terbesar dan paling sering diremehkan |
| Perjalanan pulang kampung | Bagi biayanya ke dalam anggaran bulanan, jangan dianggap pengeluaran mendadak |
| Perlengkapan kamar | Besar di awal, kecil setelahnya |
| Cadangan keadaan darurat | Lebih penting bagi anak rantau karena tidak ada yang bisa menolong seketika |
Baris terakhir yang membedakan. Di rumah, barang rusak atau sakit ringan ditangani keluarga. Di perantauan, keduanya langsung menjadi pengeluaran.
Ketika Rindu Rumah
Ini dialami hampir semua anak rantau, biasanya paling kuat di bulan pertama sampai ketiga, dan sekali lagi saat pertama kali pulang lalu kembali.
Beberapa hal yang membantu:
- Jaga pola tidur dan makan. Keduanya yang paling cepat berantakan dan paling besar pengaruhnya.
- Jangan menghabiskan akhir pekan sendirian di kamar berturut turut. Keluar, meski sekadar belajar di perpustakaan atau tempat ramai.
- Tetapkan waktu bicara dengan keluarga, bukan sepanjang hari lewat pesan.
- Buat kamar terasa milik Anda. Hal sederhana seperti lampu yang nyaman dan barang dari rumah cukup berpengaruh.
- Rencanakan pulang kampung berikutnya. Punya tanggal yang pasti membuat jaraknya terasa terukur.
Kalau perasaan berat itu berlanjut lama, mengganggu kuliah, atau membuat Anda menarik diri dari semua orang, hubungi layanan konseling kampus. Hampir semua kampus punya layanan ini dan umumnya gratis untuk mahasiswa. Meminta bantuan di titik itu adalah langkah yang wajar, bukan tanda gagal beradaptasi.
Hal yang Perlu Dijaga
Keamanan kamar. Kunci pintu meski sebentar keluar, dan jangan menitipkan kunci cadangan kepada orang yang baru dikenal.
Tawaran yang terdengar menguntungkan. Mahasiswa baru di kota asing adalah sasaran yang umum untuk penawaran kerja sampingan atau investasi yang bermasalah. Tanyakan ke kakak tingkat atau bagian kemahasiswaan sebelum menyetujui apa pun yang melibatkan uang.
Berkas penting. Simpan salinan digital kartu identitas, kartu mahasiswa, dan dokumen akademik di tempat yang bisa Anda akses dari mana saja.
Baca Juga
- Cara Mencari Kos yang Layak untuk Mahasiswa
- Cara Mengatur Keuangan Bulanan Mahasiswa
- Bertahan di Tahun Pertama Kuliah
