Lama tidaknya skripsi selesai lebih sering ditentukan oleh jalannya bimbingan daripada oleh sulitnya topik. Mahasiswa yang bimbingannya tertata biasanya selesai lebih cepat meski topiknya berat, dan sebaliknya.
Yang menarik, sebagian besar hambatan bimbingan berasal dari hal yang bisa Anda kendalikan sendiri.
Yang Dilihat Pembimbing
Pembimbing membimbing beberapa mahasiswa sekaligus, sering sambil mengajar dan mengerjakan tugas lain. Karena itu yang mereka nilai bukan seberapa sering Anda datang, melainkan seberapa jelas kemajuan antarpertemuan.
Mahasiswa yang datang dengan naskah yang sudah diperbaiki sesuai catatan sebelumnya akan ditangani lebih cepat daripada mahasiswa yang datang dengan pertanyaan terbuka seperti ini bagusnya bagaimana ya, Pak.
Cara Mengajukan Pertemuan
Kirim pesan yang bisa dijawab singkat. Sebutkan nama, NIM, judul, apa yang sudah dikerjakan, dan ajukan dua atau tiga pilihan waktu. Pesan yang hanya berbunyi apakah Bapak ada waktu, menuntut pembimbing memikirkan jawabannya lebih lama.
Kirim naskahnya sebelum bertemu, bukan saat bertemu. Pembimbing yang sempat membaca lebih dulu memberi masukan yang jauh lebih berguna.
Hormati jam kerja. Mengirim pesan tengah malam lalu menunggu balasan subuh adalah penyebab banyak keluhan yang sebenarnya bisa dihindari.
Kalau belum dibalas, tunggu beberapa hari lalu kirim pengingat yang sopan. Satu pengingat, bukan beruntun.
Membawa Sesuatu yang Bisa Dikoreksi
Ini aturan yang paling berpengaruh. Datang dengan naskah, meski masih kasar, selalu lebih produktif daripada datang dengan pertanyaan kosong.
| Tahap | Yang dibawa |
|---|---|
| Awal | Dua atau tiga calon judul beserta alasan dan ketersediaan datanya |
| Bab satu | Latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan sekaligus, bukan sepotong |
| Bab dua | Kerangka berpikir dan daftar penelitian terdahulu dalam bentuk tabel |
| Bab tiga | Draf instrumen dan rencana jadwal penelitian |
| Bab empat | Tabel hasil beserta pembacaan Anda, bukan keluaran mentah |
| Bab lima | Simpulan yang sudah dicocokkan dengan rumusan masalah |
Mencatat dan Menindaklanjuti
Bawa catatan tiap bimbingan, dan tulis tiga hal: apa yang diminta diubah, apa alasannya, dan apa yang perlu dibawa pertemuan berikutnya.
Saat bimbingan berikutnya, tunjukkan daftar itu beserta tanda mana yang sudah dikerjakan. Ini menghemat waktu kedua pihak dan mencegah masalah yang paling sering terjadi, yaitu catatan lama terlupakan lalu muncul lagi sebagai revisi di sidang.
Kalau kampus Anda memakai kartu atau buku bimbingan, isi setiap kali, jangan dirapel. Banyak program studi mensyaratkan jumlah pertemuan minimal sebagai syarat sidang.
Kalau Dua Pembimbing Berbeda Pendapat
Ini lazim dan bukan tanda ada yang salah. Yang keliru adalah mengerjakan keduanya sekaligus atau diam saja.
Sampaikan secara terbuka dan netral kepada keduanya, misalnya dengan menyebutkan bahwa pembimbing lain menyarankan pendekatan berbeda, lalu tanyakan bagaimana sebaiknya. Jangan mengadu domba dengan mengutip sebagian kalimat. Umumnya pembimbing utama yang menjadi penentu, tetapi ketentuannya berbeda antar program studi.
Kalau Pembimbing Sulit Ditemui
Lakukan berurutan, jangan melompat ke langkah terakhir.
- Coba saluran lain, misalnya surel resmi kalau pesan tidak dibalas, atau menemui langsung setelah jam mengajar.
- Tanyakan ke staf program studi kapan beliau biasanya ada di kampus.
- Catat tanggal setiap percobaan Anda menghubungi. Ini penting kalau nanti perlu dibicarakan dengan program studi.
- Kalau sudah beberapa minggu tanpa kemajuan, sampaikan ke ketua program studi. Sampaikan sebagai kendala jadwal, bukan sebagai keluhan terhadap orangnya.
Sementara menunggu, tetap kerjakan bagian yang tidak bergantung pada persetujuan, misalnya mengumpulkan referensi atau merapikan tata tulis. Berhenti total sambil menunggu adalah kerugian yang tidak perlu.
Satu Hal yang Perlu Dipegang
Pembimbing mengarahkan, bukan mengerjakan. Pertanyaan seperti bab dua saya isinya apa ya, Pak, menempatkan beban yang bukan pada tempatnya dan biasanya memperlambat Anda sendiri.
Datanglah dengan usulan, meski salah. Usulan yang keliru lebih mudah dibetulkan daripada halaman kosong.
Baca Juga
- Persiapan Sidang Proposal Skripsi dan Pertanyaan Pengujinya
- Panduan Menyusun Skripsi dari Nol sampai Sidang
- Cara Menyusun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
