Makalah adalah tugas yang paling sering diberikan dan paling jarang dijelaskan cara mengerjakannya. Dosen menyebutkan temanya, jumlah halamannya, dan tenggatnya, lalu dianggap selesai. Akibatnya banyak makalah berisi salinan beberapa laman web yang dirangkai, yang justru paling mudah dikenali.
Susunan Baku Makalah
| Bagian | Isinya | Porsi |
|---|---|---|
| Halaman sampul | Judul, nama, NIM, mata kuliah, program studi, tahun | 1 halaman |
| Kata pengantar | Ucapan pembuka singkat | Kurang dari 1 halaman |
| Daftar isi | Dibuat otomatis dari gaya judul | 1 halaman |
| Bab satu, Pendahuluan | Latar belakang, rumusan masalah, tujuan | Sekitar 15 persen |
| Bab dua, Pembahasan | Isi utama, bersumber dan dianalisis | Sekitar 70 persen |
| Bab tiga, Penutup | Simpulan dan saran | Sekitar 15 persen |
| Daftar pustaka | Seluruh sumber yang disitir | Menyesuaikan |
Porsi di kolom terakhir yang sering meleset. Makalah dengan pendahuluan sepanjang pembahasan hampir selalu berarti penulisnya kehabisan bahan di bagian yang justru dinilai.
Urutan Mengerjakan yang Paling Cepat
Jangan mulai dari halaman sampul. Urutan ini memangkas waktu pengerjaan cukup banyak.
- Pecah tema jadi tiga sampai lima pertanyaan. Pertanyaan itu nanti menjadi subbab pembahasan. Ini langkah yang paling menentukan dan paling sering dilewati.
- Kumpulkan sumber untuk tiap pertanyaan. Dua sampai tiga sumber per pertanyaan sudah memadai untuk makalah biasa.
- Tulis pembahasan lebih dulu. Ini bagian terbesar, dan menulisnya saat masih segar lebih baik.
- Baru tulis pendahuluan. Setelah tahu isi pembahasannya, menulis latar belakang jadi jauh lebih mudah dan lebih nyambung.
- Tulis simpulan dari jawaban tiap pertanyaan di langkah satu. Kalau pertanyaannya tiga, simpulannya tiga butir.
- Rapikan daftar pustaka dan tata letak terakhir.
Sumber yang Layak dan yang Sebaiknya Dihindari
| Layak dipakai | Hindari |
|---|---|
| Artikel jurnal ilmiah | Blog pribadi tanpa penulis jelas |
| Buku terbitan penerbit yang jelas | Rangkuman tugas milik mahasiswa lain |
| Laporan lembaga resmi, misalnya BPS dan kementerian | Laman yang isinya saling menyalin tanpa sumber |
| Peraturan dan dokumen resmi | Media sosial sebagai sumber fakta |
Soal ensiklopedia daring, posisinya di tengah. Boleh dipakai untuk memahami gambaran awal sebuah konsep, tetapi jangan disitir. Yang disitir adalah sumber yang dirujuk di bagian bawah halaman ensiklopedia itu.
Menulis Pembahasan yang Bukan Sekadar Tempelan
Inilah yang membedakan makalah yang dinilai bagus. Polanya bisa dilatih.
Satu paragraf satu gagasan, dibuka kalimat utama, lalu didukung bukti atau kutipan, lalu ditutup kalimat Anda sendiri yang menjelaskan artinya.
Hubungkan antarsumber. Jangan menaruh pendapat tiga ahli berurutan tanpa komentar. Tunjukkan di mana mereka sepakat dan di mana berbeda. Kalimat sederhana seperti pandangan ini berbeda dengan pendapat sebelumnya karena, sudah cukup untuk mengubah rangkuman menjadi pembahasan.
Pakai data kalau ada. Satu angka dari sumber resmi lebih berbobot daripada satu paragraf penjelasan umum.
Hal Teknis yang Memengaruhi Nilai
- Pakai gaya judul bawaan pengolah kata, agar daftar isi bisa dibuat otomatis dan nomor halamannya selalu benar.
- Samakan jenis dan ukuran huruf di seluruh naskah, termasuk pada bagian yang disalin dari sumber lain.
- Pastikan setiap sumber yang disitir ada di daftar pustaka, dan sebaliknya.
- Beri nomor dan judul pada setiap tabel dan gambar, lalu sebutkan di dalam teks.
- Periksa tenggat dan cara pengumpulannya, karena sebagian dosen menolak berkas yang formatnya tidak sesuai permintaan.
Satu catatan penting. Menyalin kalimat dari sumber mana pun tanpa menyebutkan sumbernya tetap dihitung plagiarisme, meski hanya tugas mata kuliah dan meski sumbernya laman bebas. Aturan ini tidak melonggar karena tugasnya kecil.
Baca Juga
- Cara Menyusun Daftar Pustaka yang Benar
- Cara Menghindari Plagiarisme Skripsi
- Mengenal Gaya Sitasi APA, MLA, dan IEEE serta Kapan Memakainya
