Syarat dan pertimbangan sebelum mengambil semester pendek

Semester pendek dibicarakan dengan dua cara yang sama sama keliru. Sebagian menganggapnya jalan pintas untuk memperbaiki nilai, sebagian lagi menganggapnya tanda mahasiswa bermasalah. Keduanya meleset.

Semester pendek adalah perkuliahan antara dua semester reguler, dengan jumlah pertemuan yang sama tetapi dipadatkan ke dalam waktu yang jauh lebih singkat. Itu saja, dan dari situlah semua pertimbangannya berasal.

Siapa yang Biasanya Mengambilnya

Tiga keadaan yang paling umum:

Memperbaiki nilai. Mengulang mata kuliah bernilai C, D, atau E agar IPK naik. Ini yang paling banyak.

Mempercepat kelulusan. Mengambil mata kuliah yang seharusnya di semester berikutnya, agar jadwal akhir studi lebih longgar.

Mengejar mata kuliah yang tertinggal. Biasanya karena pernah cuti, atau karena jadwalnya dulu bertabrakan.

Ketiganya sah. Yang membedakan hasilnya bukan alasannya, melainkan apakah bebannya dihitung sebelum mendaftar.

Yang Perlu Dipastikan Sebelum Mendaftar

Ketentuan semester pendek adalah salah satu yang paling beragam antar kampus. Tanyakan keenam hal ini ke bagian akademik, dan jangan mengandalkan kata teman angkatan atas.

Yang ditanyakan Mengapa penting
Batas SKS yang boleh diambil Umumnya jauh lebih kecil daripada semester reguler
Mata kuliah apa saja yang dibuka Tidak semua mata kuliah tersedia, dan daftarnya sering baru keluar mendekati pendaftaran
Biaya per SKS Sering dihitung terpisah dari uang kuliah semester reguler
Jumlah peserta minimal Kelas bisa dibatalkan kalau pesertanya kurang, dan biaya yang sudah dibayar belum tentu kembali seketika
Aturan nilai pengulangan Apakah yang dipakai nilai terbaik, nilai terakhir, atau ada batas maksimal
Apakah dihitung dalam masa studi Berbeda antar kampus dan memengaruhi perhitungan sisa waktu Anda

Baris kelima yang paling sering mengejutkan orang. Di kampus yang memakai nilai terakhir, mengulang mata kuliah bernilai C dan mendapat D justru menurunkan IPK Anda. Pastikan aturannya sebelum mendaftar, bukan sesudah nilai keluar.

Beban Sebenarnya

Inilah yang paling sering diremehkan. Jumlah pertemuan semester pendek umumnya sama dengan semester reguler, tetapi dipadatkan ke dalam beberapa minggu saja.

Semester reguler : 14 sampai 16 pertemuan, tersebar 4 bulan
Semester pendek  : jumlah pertemuan serupa, dipadatkan 4 sampai 8 minggu

Akibatnya langsung terasa. Kuliah bisa berlangsung setiap hari, tugas datang beruntun tanpa jeda, dan ujian menyusul cepat. Sakit atau urusan keluarga selama beberapa hari dapat langsung menabrak batas kehadiran, karena satu pertemuan di semester pendek setara dengan beberapa pertemuan di semester reguler.

Inilah sebabnya mengambil terlalu banyak SKS di semester pendek sering berakhir dengan nilai yang tidak lebih baik daripada sebelumnya.

Cara Memutuskan

Ambil kalau mata kuliahnya memang penghambat kelulusan, nilainya D atau E, jumlahnya sedikit, dan Anda tidak punya kewajiban besar lain selama liburan.

Pikir ulang kalau tujuannya hanya menaikkan nilai B menjadi A, biayanya memberatkan, Anda baru saja melewati semester yang berat, atau Anda berencana mengambil lebih dari dua mata kuliah sekaligus.

Satu pertimbangan yang jarang disebut: liburan antarsemester adalah satu satunya jeda panjang dalam satu tahun akademik. Menghabiskannya setiap tahun tanpa istirahat sama sekali punya harganya sendiri, dan biasanya baru terasa di semester berikutnya.

Kalau Diambil, Lakukan Ini

  • Batasi dua mata kuliah, dan dahulukan yang paling menghambat.
  • Dapatkan bahan kuliahnya lebih awal, karena kecepatannya tidak memberi waktu mengejar.
  • Hitung jatah ketidakhadiran Anda di pertemuan pertama, lalu jangan dipakai kecuali terpaksa.
  • Kosongkan jadwal lain selama periode tersebut, termasuk kepanitiaan.
  • Simpan bukti pembayaran dan bukti pendaftarannya sampai nilai keluar.

Baca Juga

By Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *