Cara mengisi KRS dan kesalahan yang sering terjadi

KRS diisi dalam waktu singkat tetapi menentukan seluruh semester. Kesalahan di tahap ini tidak bisa diperbaiki setelah masa perubahan tutup, dan akibatnya dibawa sampai enam bulan ke depan.

Yang membuatnya rawan adalah dua hal: waktunya sempit, dan sistemnya sering padat di jam pembukaan.

Yang Disiapkan Sebelum Masa Pengisian

Siapkan ini beberapa hari sebelumnya, bukan pada hari pembukaan.

  • Kartu Hasil Studi semester lalu. IPS di situ menentukan jatah SKS Anda.
  • Jatah SKS Anda. Periksa tabelnya di pedoman akademik kampus, jangan menebak.
  • Daftar mata kuliah wajib semester ini. Ada di kurikulum program studi.
  • Daftar mata kuliah mengulang. Nilai D dan E yang perlu diperbaiki, beserta aturan pengulangan kampus Anda.
  • Jadwal kelas beserta kelas cadangan. Ini yang paling sering dilewati. Siapkan dua pilihan kelas untuk tiap mata kuliah, karena kelas incaran sering penuh dalam hitungan menit.
  • Status pembayaran. Tunggakan biasanya memblokir akses KRS sama sekali.

Urutan Pengisian

  1. Masukkan mata kuliah mengulang lebih dulu. Ini yang paling menentukan kelulusan dan jatah kelasnya paling sedikit.
  2. Masukkan mata kuliah wajib semester berjalan.
  3. Masukkan mata kuliah prasyarat untuk semester berikutnya. Melewatkannya akan mengunci Anda satu tahun kemudian.
  4. Isi sisa jatah SKS dengan mata kuliah pilihan.
  5. Periksa ulang jumlah SKS dan tabrakan jadwal sebelum mengirim.
  6. Minta persetujuan dosen pembimbing akademik.
  7. Cetak atau simpan bukti KRS yang sudah disetujui.

Langkah ketiga yang paling sering diabaikan dan paling mahal akibatnya. Mata kuliah berprasyarat umumnya hanya dibuka di semester ganjil atau genap saja, jadi melewatkan satu berarti menunggu satu tahun penuh, bukan satu semester.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Kesalahan Akibatnya
Mengambil mata kuliah yang prasyaratnya belum lulus KRS ditolak sistem atau nilainya dibatalkan di akhir semester
Jadwal bertabrakan Satu kelas terpaksa ditinggalkan, kehadiran tidak terpenuhi
Melebihi jatah SKS Sistem menolak, dan waktu pengisian terbuang
Lupa mata kuliah mengulang Tertunda satu tahun kalau hanya dibuka setahun sekali
Tidak dimintakan persetujuan pembimbing KRS tidak sah, mahasiswa dianggap tidak terdaftar aktif
Mengisi di menit terakhir Sistem padat, kelas sudah penuh

Baris kelima perlu diperhatikan. KRS yang terisi tetapi belum disetujui sering dianggap belum ada, dan mahasiswanya baru sadar ketika namanya tidak muncul di daftar hadir.

Kalau Kelas yang Diincar Sudah Penuh

Urutan yang perlu dicoba:

Ambil kelas cadangan yang sudah Anda siapkan. Inilah gunanya persiapan tadi.

Periksa lagi di hari terakhir masa perubahan. Selalu ada mahasiswa yang membatalkan, sehingga kursi terbuka kembali.

Hubungi bagian akademik program studi. Sebagian program studi menambah kapasitas atau membuka kelas baru kalau peminatnya banyak. Tanyakan, jangan berasumsi.

Pertimbangkan menggesernya ke semester depan, kalau mata kuliahnya pilihan dan bukan prasyarat. Memaksakan kelas yang jadwalnya bertabrakan hampir selalu berakhir buruk.

Masa Perubahan KRS

Hampir semua kampus membuka masa perubahan beberapa hari setelah perkuliahan dimulai. Ini kesempatan memperbaiki, dan sebaiknya dipakai setelah Anda mengikuti satu atau dua pertemuan pertama, karena pada titik itu Anda sudah tahu beban nyata tiap mata kuliah.

Setelah masa perubahan tutup, KRS umumnya terkunci. Mata kuliah yang terlanjur diambil tetap dihitung, dan kalau tidak Anda ikuti akan muncul sebagai nilai E di transkrip. Ini berbeda dengan tidak mengambilnya sama sekali, dan selisihnya terasa di IPK.

Ketentuan jatah SKS, masa perubahan, dan aturan pengulangan berbeda antar perguruan tinggi. Pedoman akademik kampus Anda yang berlaku, bukan artikel ini.

Baca Juga

By Saputra

One thought on “Cara Mengisi KRS dan Kesalahan yang Sering Terjadi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *