Latar belakang adalah bagian skripsi yang paling banyak direvisi. Bukan karena sulit ditulis, tapi karena banyak mahasiswa salah memahami fungsinya.
Latar belakang bukan tempat menunjukkan betapa pentingnya bidang yang Anda pelajari. Fungsinya satu, mengantar pembaca dari keadaan umum sampai pada satu pertanyaan spesifik, dengan alur yang membuat pertanyaan itu terasa wajar untuk diajukan.
Kalau setelah membaca latar belakang Anda pembaca belum tahu apa yang akan diteliti dan mengapa itu perlu, latar belakang itu belum selesai, berapa pun panjangnya.
Empat Bagian yang Harus Ada
Latar belakang yang rapi hampir selalu bisa dipecah menjadi empat bagian, berurutan dari luas ke sempit.
Bagian pertama, keadaan umum. Satu atau dua paragraf tentang konteks besar topik Anda. Sebutkan fenomena, tren, atau kondisi yang sedang berlangsung, dan sertakan data atau rujukan. Bagian ini singkat saja.
Bagian kedua, masalah yang muncul. Di sini Anda menunjukkan ada yang tidak beres, ada kesenjangan antara yang seharusnya dan yang terjadi, atau ada hal yang belum dipahami. Bagian ini yang membuat penelitian Anda punya alasan untuk ada.
Bagian ketiga, apa yang sudah diteliti orang lain. Sebutkan beberapa penelitian terdahulu secara ringkas, lalu tunjukkan apa yang belum mereka jawab. Ini bukan bab dua, jadi cukup dua sampai tiga paragraf.
Bagian keempat, posisi penelitian Anda. Nyatakan apa yang akan Anda teliti, apa bedanya dengan yang sudah ada, dan mengapa itu perlu dikerjakan. Bagian ini menutup latar belakang dan langsung menyambung ke rumusan masalah.
Perbandingan panjang yang wajar, bagian pertama paling pendek, bagian kedua dan ketiga paling panjang, bagian keempat sedang.
Pembuka yang Lemah dan Perbaikannya
Kesalahan pembuka yang paling umum adalah memulai dari hal yang terlalu jauh dan terlalu umum. Polanya biasanya seperti ini.
Di era globalisasi yang semakin berkembang pesat ini, teknologi informasi telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan di berbagai bidang kehidupan manusia.
Masalahnya, kalimat seperti itu bisa dipasang di skripsi mana pun, di bidang apa pun. Kalimat yang bisa dipakai di semua tempat tidak mengatakan apa apa tentang penelitian Anda.
Versi yang lebih baik langsung masuk ke hal yang konkret dan terukur, misalnya menyebut angka pertumbuhan pengguna sebuah layanan pada periode tertentu beserta sumbernya, lalu menunjukkan bahwa pertumbuhan itu tidak merata pada kelompok tertentu.
Perhatikan bedanya. Kalimat kedua hanya cocok untuk satu jenis penelitian, dan sudah membawa pembaca ke arah masalah.
Aturan praktisnya, kalau paragraf pembuka Anda bisa dipindahkan ke skripsi teman yang bidangnya berbeda tanpa perlu diubah, tulis ulang.
Kesalahan yang Membuat Revisi Berulang
Menulis seperti esai umum. Latar belakang bukan karangan tentang pentingnya sebuah bidang. Setiap paragraf harus punya tugas memindahkan pembaca selangkah lebih dekat ke pertanyaan penelitian.
Memasukkan definisi. Definisi adalah milik bab dua. Latar belakang yang berisi pengertian menurut para ahli hampir selalu diminta memangkasnya.
Membuat klaim tanpa rujukan. Kalimat seperti banyak mahasiswa mengalami kesulitan akan langsung dipertanyakan pembimbing. Dari mana angkanya, siapa yang mengatakannya. Setiap klaim keadaan butuh rujukan atau data.
Melompat terlalu cepat. Dari paragraf tentang kondisi nasional langsung ke objek penelitian yang sangat spesifik tanpa jembatan. Pembaca akan kehilangan alurnya.
Terlalu panjang. Latar belakang sepuluh halaman hampir selalu berarti ada pengulangan. Sebagai patokan umum, tiga sampai lima halaman sudah memadai untuk sebagian besar program studi, tapi ikuti pedoman kampus Anda.
Tidak menyambung ke rumusan masalah. Ini yang paling fatal. Rumusan masalah harus terasa seperti kelanjutan alami dari kalimat terakhir latar belakang. Kalau terasa muncul tiba tiba, berarti alurnya belum terbangun.
Cara Menguji Latar Belakang Anda Sendiri
Sebelum menyerahkan ke pembimbing, lakukan tiga uji sederhana ini.
Uji satu kalimat per paragraf. Ringkas setiap paragraf menjadi satu kalimat. Susun kalimat kalimat itu berurutan. Kalau alurnya terasa melompat atau ada yang mengulang, perbaiki sekarang sebelum pembimbing yang menemukannya.
Uji penghapusan. Coba hapus satu paragraf. Kalau tidak ada yang hilang dari alurnya, paragraf itu memang tidak diperlukan.
Uji sambungan. Baca kalimat terakhir latar belakang, lalu langsung baca rumusan masalah. Kalau terasa nyambung, alur Anda sudah benar. Kalau terasa ada yang hilang di antaranya, berarti bagian keempat belum selesai.
Soal Menulis Ulang
Latar belakang jarang jadi dalam sekali tulis, dan itu normal. Yang tidak normal adalah menulis ulang berkali kali tanpa tahu apa yang diperbaiki.
Kalau pembimbing mengembalikan latar belakang Anda, tanyakan secara spesifik bagian mana yang bermasalah, alurnya, kedalamannya, atau sambungannya ke rumusan masalah. Masukan seperti kurang tajam terlalu kabur untuk ditindaklanjuti, dan Anda berhak meminta penjelasan yang lebih konkret.
Satu hal yang membantu, simpan setiap versi dalam berkas terpisah dengan penomoran. Kadang pembimbing meminta Anda kembali ke pendekatan versi sebelumnya, dan akan merepotkan kalau versi itu sudah tertimpa.
Baca Juga
- Panduan Menyusun Skripsi dari Nol sampai Sidang
- Cara Memilih Topik Skripsi yang Tidak Membuat Anda Menyesal di Tengah Jalan
- Memilih Metode Penelitian Kualitatif atau Kuantitatif untuk Skripsi Anda
- Cara Menentukan Populasi dan Jumlah Sampel Penelitian
- Persiapan Sidang Skripsi dan Pertanyaan yang Paling Sering Muncul
- Berapa Lama Sebenarnya Mahasiswa Indonesia Mengerjakan Skripsi
