Rumusan masalah adalah bagian yang paling sering diminta diperbaiki, dan juga yang paling sering disalahpahami. Banyak mahasiswa menganggapnya sekadar mengubah judul menjadi kalimat tanya. Padahal rumusan masalah menentukan seluruh isi skripsi, karena bab hasil nanti dinilai dari kemampuannya menjawab pertanyaan itu, bukan dari banyaknya halaman.
Posisinya dalam Alur Bab Satu
Keempat bagian ini harus nyambung berurutan. Kalau salah satu putus, pembimbing akan melihatnya langsung.
| Bagian | Tugasnya |
|---|---|
| Latar belakang | Menunjukkan ada masalah, dengan bukti |
| Rumusan masalah | Mengubah masalah itu menjadi pertanyaan yang bisa dijawab penelitian |
| Tujuan penelitian | Menyatakan apa yang hendak dicapai dengan menjawabnya |
| Manfaat penelitian | Menjelaskan siapa yang memakai jawabannya |
Uji sederhananya: tutup latar belakang Anda, lalu baca rumusan masalahnya saja. Kalau pertanyaan itu terasa muncul entah dari mana, berarti latar belakangnya belum mengantar ke sana.
Ciri Rumusan Masalah yang Bisa Dikerjakan
Berbentuk pertanyaan. Bukan pernyataan, bukan judul yang diberi tanda tanya.
Variabelnya jelas. Pembaca langsung tahu apa yang diteliti dan pada siapa.
Jawabannya belum diketahui. Pertanyaan yang jawabannya sudah pasti bukan masalah penelitian, melainkan pertanyaan administratif.
Terjawab oleh data yang bisa Anda kumpulkan. Ini batas yang paling sering dilanggar. Pertanyaan boleh besar, tetapi harus bisa dijawab dengan data yang sanggup Anda ambil dalam satu semester.
Jumlahnya wajar. Dua sampai empat pertanyaan umumnya cukup. Lebih dari itu biasanya tanda topiknya belum dipersempit.
Contoh Perbaikan
| Belum tepat | Masalahnya | Perbaikan |
|---|---|---|
| Bagaimana pemasaran digital? | Terlalu luas, tidak ada objek | Bagaimana penggunaan media sosial memengaruhi keputusan pembelian konsumen UMKM kuliner di Kota Cirebon? |
| Apakah motivasi penting bagi karyawan? | Jawabannya sudah pasti | Seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan tetap di PT X? |
| Analisis kepuasan pelanggan | Bukan kalimat tanya | Faktor apa saja yang membentuk kepuasan pelanggan layanan antar makanan di kalangan mahasiswa? |
| Mengapa semua UMKM gagal go digital? | Memuat anggapan yang belum terbukti | Hambatan apa yang dihadapi UMKM dalam mengadopsi pemasaran digital? |
Perhatikan baris terakhir. Pertanyaan yang sudah memuat kesimpulan di dalamnya membuat penelitian Anda tidak lagi netral, dan ini termasuk yang paling sering ditanyakan penguji.
Menurunkan Tujuan dari Rumusan Masalah
Tujuan penelitian bukan bagian baru yang perlu dikarang. Tujuan adalah rumusan masalah yang diubah bentuknya dari kalimat tanya menjadi kalimat pernyataan, dengan jumlah yang sama persis.
Kalau rumusan masalah Anda tiga butir, tujuan penelitian juga tiga butir, berurutan sama. Ketidakcocokan jumlah di antara keduanya adalah kesalahan paling mudah ditemukan penguji, dan paling tidak perlu terjadi.
Rumusan: Seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan? Tujuan: Mengetahui besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
Kata kerja yang lazim dipakai di bagian tujuan antara lain mengetahui, menganalisis, mengukur, mendeskripsikan, dan membandingkan. Pilih yang sesuai dengan metode Anda. Kata menganalisis pada penelitian yang sebenarnya hanya mendeskripsikan akan ditanyakan di sidang.
Manfaat Penelitian yang Tidak Mengada-ada
Bagian ini sering diisi klaim besar yang tidak mungkin dipenuhi satu skripsi. Lebih aman dan lebih dihargai kalau dibagi dua secara jujur.
Manfaat teoretis. Apa yang ditambahkan penelitian Anda pada kajian yang sudah ada, misalnya menguji ulang sebuah model pada konteks yang berbeda.
Manfaat praktis. Siapa yang bisa memakai hasilnya dan untuk apa. Sebutkan pihak yang konkret, misalnya pengelola UMKM atau bagian kepegawaian perusahaan yang diteliti, bukan masyarakat luas secara umum.
Urutan Pengerjaan yang Menghemat Revisi
- Tulis dulu rumusan masalah sementara, meski masih kasar.
- Periksa apakah Anda sanggup mengumpulkan datanya. Kalau tidak, ubah pertanyaannya sekarang, bukan setelah bab tiga selesai.
- Baru susun latar belakang yang mengantar ke pertanyaan itu.
- Turunkan tujuan dari rumusan, dengan jumlah yang sama.
- Bawa keempatnya sekaligus saat bimbingan, jangan sepotong sepotong.
Langkah kedua yang paling banyak menyelamatkan waktu. Banyak skripsi tertahan berbulan bulan bukan karena pertanyaannya buruk, melainkan karena datanya ternyata tidak bisa diakses.
Perlu diingat, sebagian program studi punya format dan jumlah butir yang baku untuk bagian ini. Pedoman penulisan skripsi program studi Anda yang berlaku.
Baca Juga
- Panduan Menyusun Skripsi dari Nol sampai Sidang
- Cara Menyusun Latar Belakang Skripsi
- Metode Penelitian Kualitatif atau Kuantitatif

[…] Cara Menyusun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian […]
[…] Cara Menyusun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian […]