Bab dua sering menjadi bab paling tebal dan paling tidak terpakai. Penyebabnya satu: bab itu disusun sebagai kumpulan definisi, bukan sebagai dasar yang menopang penelitian. Padahal fungsinya jelas, yaitu menjelaskan mengapa variabel yang Anda teliti masuk akal dihubungkan, dan dari mana hipotesis Anda datang.
Uji cepatnya: kalau sebuah halaman di bab dua dihapus dan tidak ada yang berubah di bab empat, halaman itu memang tidak perlu ada.
Bedanya Landasan Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis
| Bagian | Isinya | Bentuknya |
|---|---|---|
| Landasan teori | Teori dan konsep tiap variabel, dari sumber yang kredibel | Uraian |
| Penelitian terdahulu | Hasil penelitian sejenis dan posisi penelitian Anda terhadapnya | Uraian atau tabel |
| Kerangka berpikir | Alur nalar dari variabel bebas menuju variabel terikat | Uraian ditambah bagan |
| Hipotesis | Dugaan jawaban yang akan diuji | Pernyataan bernomor |
Keempatnya berurutan dan saling menopang. Hipotesis yang muncul tanpa kerangka berpikir, atau kerangka berpikir yang tidak bersandar pada teori mana pun, adalah dua hal yang paling sering ditanyakan di sidang.
Menyusun Landasan Teori yang Terpakai
Satu variabel, satu subbab. Urutkan sesuai urutan variabel pada judul, jangan diacak.
Mulai dari sumber aslinya. Kalau sebuah teori dikemukakan seorang tokoh, rujuk karyanya, bukan kutipan dari kutipan. Sitiran berantai yang terlalu jauh dari sumber asli mudah ketahuan dan sering keliru.
Tutup tiap subbab dengan indikator. Inilah bagian yang membuat bab dua terpakai. Setelah menjelaskan sebuah variabel, sebutkan indikator pengukurannya beserta sumbernya, karena indikator itu yang nanti menjadi butir kuesioner Anda di bab tiga.
Buang yang tidak dipakai. Sejarah panjang sebuah konsep, atau perdebatan teoretis yang tidak Anda gunakan, hanya menambah halaman.
Penelitian Terdahulu yang Menunjukkan Celah
Bagian ini bukan daftar ringkasan. Fungsinya menunjukkan apa yang belum dikerjakan orang lain, dan di situlah penelitian Anda berdiri.
Cara paling rapi adalah tabel dengan kolom nama peneliti dan tahun, judul, metode, hasil, dan satu kolom terakhir berisi perbedaan dengan penelitian Anda. Kolom terakhir itu yang dibaca penguji.
Cari lima sampai sepuluh penelitian yang betul betul sebidang, dan sertakan yang hasilnya berbeda beda. Temuan yang tidak seragam justru memperkuat alasan penelitian Anda perlu dilakukan.
Kerangka Berpikir dan Bagannya
Kerangka berpikir adalah alur nalar yang menjawab satu pertanyaan: mengapa masuk akal menduga variabel A memengaruhi variabel B?
Tulis alurnya dalam bentuk uraian lebih dulu, baru buat bagannya. Banyak mahasiswa melakukan sebaliknya, lalu kesulitan menjelaskan bagan yang dibuatnya sendiri ketika ditanya penguji.
Bagannya sendiri sederhana. Kotak untuk tiap variabel, anak panah yang menunjukkan arah pengaruh, dan penomoran hipotesis pada tiap anak panah.
Motivasi Kerja (X1) ──H1──┐
├──► Kinerja Karyawan (Y)
Lingkungan Kerja (X2) ─H2─┘
H3: X1 dan X2 secara bersama sama berpengaruh terhadap Y
Menulis Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan yang bisa salah. Kalimat yang tidak mungkin salah bukan hipotesis.
Ciri hipotesis yang benar:
- Berbentuk pernyataan, bukan pertanyaan.
- Menyebut arah pengaruhnya, misalnya positif atau negatif, bukan sekadar menyebut ada pengaruh.
- Jumlahnya sejalan dengan jumlah anak panah pada bagan.
- Punya dasar, baik dari teori maupun dari penelitian terdahulu, yang sudah disebut sebelumnya di bab dua.
H1: Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. H2: Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. H3: Motivasi kerja dan lingkungan kerja secara bersama sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Sebagian pedoman meminta hipotesis ditulis berpasangan dalam bentuk H nol dan H satu. Periksa pedoman kampus Anda, karena ini berbeda beda bahkan antar program studi di satu kampus.
Kalau Penelitian Anda Kualitatif
Penelitian kualitatif umumnya tidak memakai hipotesis, karena tujuannya menggali, bukan menguji. Yang menggantikannya biasanya proposisi atau fokus penelitian, dan bab dua lebih banyak berisi kerangka konseptual yang menjadi lensa pembacaan data.
Memaksakan hipotesis pada penelitian kualitatif adalah kekeliruan yang mudah dikenali penguji, jadi pastikan ketentuannya ke pembimbing sebelum menyusun bab ini.
Baca Juga
- Cara Menyusun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
- Metode Penelitian Kualitatif atau Kuantitatif
- Panduan Menyusun Skripsi dari Nol sampai Sidang
