Gaya sitasi bukan selera penulis. Yang menentukan adalah bidang ilmu dan ketentuan tempat tulisan itu akan dikumpulkan. Memilih sendiri gaya yang terasa paling mudah adalah penyebab revisi yang paling tidak perlu, karena seluruh naskah harus disusun ulang.
Perbandingan Singkat
| Gaya | Lazim di bidang | Bentuk sitiran dalam teks |
|---|---|---|
| APA | Psikologi, pendidikan, ekonomi, sosial | (Santoso, 2023) |
| MLA | Sastra, bahasa, humaniora | (Santoso 45) |
| IEEE | Teknik, informatika, elektro | [1] |
| Vancouver | Kedokteran, kesehatan | Bernomor, (1) atau superskrip |
| Chicago | Sejarah, seni, sebagian humaniora | Catatan kaki atau penulis dan tahun |
Perhatikan kolom ketiga. Perbedaan paling kentara ada pada apa yang dipentingkan. APA menonjolkan tahun, karena di bidang sosial kebaruan penting. MLA menonjolkan halaman, karena pembacanya perlu kembali ke teks aslinya. IEEE menonjolkan nomor urut kemunculan, karena yang penting keringkasannya.
Perbedaan pada Daftar Pustaka
Satu sumber yang sama ditulis berbeda di tiap gaya. Contoh berikut memakai satu artikel jurnal yang sama.
APA edisi ketujuh
Santoso, B. (2023). Judul artikel jurnal. Nama Jurnal, 12(3), 45-58. https://doi.org/10.xxxx/xxxx
MLA edisi kesembilan
Santoso, Budi. "Judul Artikel Jurnal." Nama Jurnal, vol. 12, no. 3, 2023, pp. 45-58.
IEEE
[1] B. Santoso, "Judul artikel jurnal," Nama Jurnal, vol. 12, no. 3, pp. 45-58, 2023.
Tiga hal yang membedakan: letak tahun, cara nama depan ditulis, dan penggunaan tanda kutip pada judul artikel. Ketiganya mudah dikenali, dan ketiganya pula yang paling sering tercampur ketika seseorang menyalin contoh dari sumber yang berbeda beda.
Cara Menentukan Gaya yang Harus Anda Pakai
Urutan memeriksanya seperti ini, dari yang paling mengikat.
- Pedoman penulisan skripsi program studi Anda. Ini yang paling mengikat dan biasanya menyebut gaya secara eksplisit.
- Ketentuan dari dosen pengampu, untuk tugas mata kuliah.
- Panduan penulis jurnal tujuan, kalau tulisan itu hendak diterbitkan.
- Kelaziman bidang ilmu Anda, kalau ketiganya tidak menyebutkan apa pun.
Satu hal yang perlu diperhatikan: sebagian kampus memakai gaya baku dengan penyesuaian sendiri, misalnya APA tetapi dengan ketentuan huruf dan spasi yang berbeda. Dalam hal itu, pedoman kampus yang menang atas pedoman asli APA.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Mencampur dua gaya dalam satu naskah. Biasanya terjadi karena sebagian entri disalin dari fitur sitasi otomatis sebuah pangkalan data dan sebagian ditulis tangan. Tentukan satu gaya sejak referensi pertama.
Memakai contoh dari sumber lama. APA edisi keenam dan ketujuh berbeda pada beberapa hal penting, antara lain jumlah penulis yang memicu et al. dan pencantuman kota penerbit yang sudah tidak lagi diminta pada edisi ketujuh. Pastikan contoh yang Anda ikuti sesuai edisinya.
Percaya penuh pada sitasi otomatis. Fitur sitasi di laman jurnal dan di pengolah kata sering keliru pada nama pengarang berbahasa Indonesia dan pada sumber tanpa pengarang. Periksa tiap entri, jangan diterima begitu saja.
Lupa menyesuaikan sitiran dalam teks. Mengganti gaya daftar pustaka tetapi membiarkan sitiran di badan naskah tetap pada gaya lama. Keduanya satu paket.
Cara Berpindah Gaya tanpa Mengulang dari Nol
Kalau pembimbing meminta berganti gaya di tengah jalan, mengetik ulang bukan jawabannya. Aplikasi pengelola referensi mengubah seluruh naskah dan daftar pustakanya sekaligus, asalkan sejak awal entri Anda rapi.
Inilah alasan memeriksa metadata di awal lebih penting daripada kelihatannya. Pangkalan referensi yang bersih membuat pergantian gaya memakan waktu beberapa menit, sedangkan pangkalan yang berantakan membuatnya memakan waktu berhari hari.
Baca Juga
- Cara Menyusun Daftar Pustaka yang Benar
- Cara Mengelola Daftar Pustaka dengan Mendeley
- Cara Menghindari Plagiarisme Skripsi
