Cara menyusun daftar pustaka yang benar beserta contohnya

Daftar pustaka adalah bagian yang paling mudah dibetulkan tapi paling sering salah. Penyebabnya bukan kesulitan, melainkan karena setiap jenis sumber punya susunan yang berbeda, dan mahasiswa biasanya hanya hafal satu pola lalu memaksakannya ke semua sumber.

Artikel ini disusun sebagai rujukan. Cari jenis sumber Anda, salin polanya, ganti isinya.

Satu hal sebelum mulai. Gaya penulisan berbeda antar program studi. Yang dipakai di sini adalah APA edisi ketujuh, yang paling umum di rumpun sosial dan ekonomi di Indonesia. Kalau pedoman kampus Anda memakai gaya lain, pedoman kampus yang berlaku.

Susunan Dasar APA

Setiap entri terdiri dari empat unsur dengan urutan tetap: siapa, kapan, apa, di mana.

Penulis, lalu tahun dalam kurung, lalu judul, lalu tempat terbitnya. Semua jenis sumber mengikuti urutan ini. Yang berbeda hanya isi unsur keempat.

Pola per Jenis Sumber

Buku

Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul buku dicetak miring. Penerbit.

Contoh: Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Kalau penulisnya dua orang, hubungkan dengan tanda ampersand. Kalau tiga sampai dua puluh orang, sebutkan semuanya, dan ampersand hanya sebelum nama terakhir.

Artikel jurnal

Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. https://doi.org/xxxxx

Nama jurnal dan volume dicetak miring, nomor terbitan tidak. DOI dicantumkan kalau ada. Kalau tidak ada DOI tapi artikelnya daring, pakai tautan langsung ke artikel.

Skripsi, tesis, atau disertasi

Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul dicetak miring [Jenis karya, Nama Institusi]. Nama repositori. URL

Situs web

Nama Belakang, A. A. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL

Kalau penulisnya tidak disebut, mulai dari nama organisasi. Kalau tanggalnya tidak ada, tulis n.d. dalam kurung.

Dokumen resmi dan peraturan

Nama Lembaga. (Tahun). Judul dokumen dicetak miring. Penerbit. URL

Untuk peraturan, sebutkan jenis, nomor, tahun, dan judulnya secara lengkap.

Wawancara pribadi

Wawancara yang tidak bisa diakses pembaca tidak masuk daftar pustaka. Cukup disebut di dalam teks, misalnya dengan menuliskan nama narasumber, keterangan komunikasi pribadi, dan tanggalnya. Ini sering salah dan menjadi catatan penguji.

Aturan Penyusunan yang Sering Dilanggar

Urutkan menurut abjad nama belakang penulis. Bukan menurut urutan kemunculan di dalam naskah, bukan menurut tahun, dan bukan dikelompokkan per jenis sumber.

Pakai indentasi gantung. Baris pertama rata kiri, baris berikutnya menjorok. Di pengolah kata, aturannya ada di pengaturan paragraf, bukan dengan menekan spasi berulang.

Jangan beri penomoran. Daftar pustaka APA tidak bernomor dan tidak memakai butir.

Satu penulis dengan beberapa karya di tahun sama dibedakan dengan huruf setelah tahun, misalnya 2024a dan 2024b, dan huruf itu harus ikut dipakai saat menyitir di dalam teks.

Semua yang ada di daftar pustaka harus muncul di dalam naskah, dan sebaliknya. Ini yang paling sering ketahuan saat sidang. Penguji mengambil satu nama dari daftar pustaka lalu meminta Anda menunjukkan di halaman berapa itu dikutip.

Cara Memeriksa Sebelum Mengumpulkan

Pemeriksaan silang. Ambil sepuluh nama acak dari daftar pustaka, cari satu per satu di dalam naskah. Lalu sebaliknya, ambil sepuluh kutipan dari naskah, cari di daftar pustaka. Kalau ada yang tidak ketemu, perbaiki sekarang.

Pemeriksaan abjad. Baca huruf awal nama belakang dari atas ke bawah. Kalau ada yang melompat, berarti ada entri yang disisipkan belakangan tanpa diurutkan ulang.

Pemeriksaan kelengkapan unsur. Pastikan setiap entri punya keempat unsur. Entri tanpa tahun atau tanpa penerbit adalah yang paling sering lolos tanpa disadari.

Kalau Daftar Pustaka Anda Sudah Panjang

Menyusun manual masih masuk akal sampai sekitar tiga puluh entri. Di atas itu, aplikasi pengelola referensi menghemat banyak waktu, terutama ketika pembimbing meminta Anda berganti gaya sitasi di tengah jalan, yang dengan cara manual berarti menulis ulang semuanya.

Cara Menulis Nama Pengarang Indonesia

Ini bagian yang paling sering membuat bingung, karena gaya APA dirancang untuk nama yang punya nama keluarga, sedangkan banyak nama Indonesia tidak.

Nama dengan dua unsur atau lebih. Unsur terakhir diperlakukan sebagai nama keluarga dan dibalik ke depan. Budi Santoso ditulis Santoso, B.

Nama tunggal. Tidak perlu dibalik dan tidak perlu disingkat. Soekarno ditulis Soekarno saja.

Nama dengan gelar. Gelar akademik tidak dicantumkan dalam daftar pustaka, baik di depan maupun di belakang nama. Prof. Dr. Siti Aminah, M.Pd. ditulis Aminah, S.

Nama dengan bin, binti, atau van. Unsur ini mengikuti nama keluarganya, bukan dipisah. Pastikan ke pedoman penulisan kampus Anda, karena praktiknya berbeda antar perguruan tinggi.

Jumlah Penulis Menentukan Bentuknya

Jumlah penulis Di daftar pustaka Di sitiran dalam teks
Satu Santoso, B. (Santoso, 2023)
Dua Santoso, B., & Aminah, S. (Santoso & Aminah, 2023)
Tiga sampai dua puluh Semua nama ditulis, dipisah koma, dengan & sebelum nama terakhir (Santoso et al., 2023)
Lebih dari dua puluh Dua puluh nama pertama, lalu tiga titik, lalu nama terakhir (Santoso et al., 2023)

Perhatikan perbedaan antara kedua kolom terakhir. Sejak APA edisi ketujuh, sitiran dalam teks memakai et al. mulai dari tiga penulis, sedangkan daftar pustakanya tetap menulis semua nama. Banyak mahasiswa menyamakan keduanya, dan itu terbaca sebagai kesalahan.

Bentuk Fisik Daftar Pustaka

Tiga hal berikut dinilai meskipun jarang disebut saat bimbingan.

Urutan alfabetis menurut nama pertama tiap entri. Bukan menurut urutan kemunculan di naskah, kecuali kampus Anda memakai gaya Vancouver yang memang bernomor.

Indentasi menggantung. Baris pertama tiap entri rata kiri, baris berikutnya masuk sekitar 1,27 sentimeter. Di pengolah kata, ini diatur lewat pengaturan paragraf, bukan dengan menekan tombol spasi.

Spasi dan jarak antarentri. Umumnya spasi ganda, tanpa baris kosong tambahan antarentri. Sebagian kampus menetapkan spasi tunggal dengan jarak antarentri, jadi periksa pedoman.

Satu Sumber yang Sering Salah Ditulis

Laman web tanpa pengarang dan tanpa tahun paling sering ditulis sembarangan. Bentuk yang benar memakai nama lembaga sebagai pengarang, dan menuliskan n.d. kalau tahunnya tidak ada.

Badan Pusat Statistik. (2025). Judul halaman. Diakses 21 Oktober 2026, dari https://contoh.go.id/halaman

Kalau sebuah sumber tidak punya pengarang, tidak punya tahun, dan tidak punya lembaga penerbit yang jelas, pertimbangkan untuk tidak memakainya sama sekali. Sumber seperti itu melemahkan tulisan Anda lebih banyak daripada yang ditambahkannya, dan penguji biasanya menanyakannya.

Daftar Periksa Sebelum Mengumpulkan

  • Setiap sumber yang disitir di badan tulisan ada di daftar pustaka, dan sebaliknya.
  • Tahun pada sitiran sama dengan tahun pada entri daftar pustaka.
  • Semua entri urut alfabetis.
  • Tidak ada gelar akademik di nama pengarang.
  • Indentasi menggantung diatur lewat pengaturan paragraf, bukan spasi manual.
  • Tautan yang dicantumkan masih dapat dibuka.

Baca Juga

By Saputra

2 thoughts on “Cara Menyusun Daftar Pustaka yang Benar Beserta Contohnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *