Persiapan sidang proposal skripsi dan pertanyaan pengujinya

Sidang proposal sering diremehkan karena dianggap sekadar formalitas sebelum penelitian dimulai. Padahal di sinilah arah skripsi Anda ditentukan. Masukan yang diterima di tahap ini masih bisa dikerjakan, sedangkan masukan serupa yang baru muncul di sidang akhir berarti mengulang pekerjaan berbulan bulan.

Jadi perlakukan sidang proposal sebagai kesempatan memperbaiki arah, bukan ujian yang harus dilewati.

Bedanya dengan Sidang Akhir

Hal Sidang proposal Sidang akhir
Yang dinilai Rencana penelitian Hasil penelitian
Bab yang dibahas Bab satu sampai tiga Seluruh bab
Pertanyaan utama Layakkah ini diteliti dan mampukah Anda mengerjakannya Benarkah cara Anda mengerjakannya dan apa temuannya
Akibat revisi besar Masih bisa diubah arahnya Berarti mengulang pekerjaan

Perhatikan baris ketiga. Penguji di sidang proposal sedang menilai dua hal sekaligus, yaitu kelayakan topik dan kesanggupan Anda. Jawaban yang menunjukkan Anda sudah memperhitungkan hambatan biasanya diterima lebih baik daripada jawaban yang terdengar yakin tanpa dasar.

Pertanyaan yang Hampir Pasti Muncul

  • Mengapa topik ini penting diteliti sekarang?
  • Apa yang belum dikerjakan penelitian terdahulu, dan di mana posisi penelitian Anda?
  • Mengapa memakai teori ini, bukan yang lain?
  • Dari mana data Anda, dan sudahkah Anda memastikan bisa mengaksesnya?
  • Berapa sampelnya dan apa dasar perhitungannya?
  • Berapa lama Anda memperkirakan pengumpulan datanya?
  • Apa yang Anda lakukan kalau respondennya kurang dari target?

Dua pertanyaan terakhir yang paling sering membuat mahasiswa tersendat, padahal keduanya hanya menanyakan rencana, bukan pengetahuan teoretis. Siapkan jawabannya sebagai rencana cadangan yang konkret, misalnya memperluas lokasi atau mengubah teknik pengambilan sampel.

Berkas dan Bahan

  • Naskah proposal tercetak sesuai jumlah penguji, dijilid menurut ketentuan program studi.
  • Lembar persetujuan pembimbing. Tanpa ini sidang biasanya tidak bisa berjalan.
  • Salindia presentasi, sekitar sepuluh halaman.
  • Instrumen penelitian, misalnya draf kuesioner atau pedoman wawancara, kalau sudah ada.
  • Jadwal penelitian dalam bentuk tabel per minggu atau per bulan.
  • Surat izin penelitian atau bukti komunikasi awal dengan lokasi penelitian, kalau sudah ada.

Dua poin terakhir yang membedakan proposal yang matang. Mahasiswa yang sudah menghubungi lokasi penelitian dan membawa buktinya hampir selalu dinilai lebih siap, karena itu menjawab kekhawatiran terbesar penguji, yaitu datanya tidak bisa diambil.

Isi Salindia

Sepuluh halaman sudah cukup untuk presentasi sepuluh menit.

Halaman Isi
1 Judul, nama, NIM, nama pembimbing
2 Latar belakang, maksimal tiga poin berisi data
3 Celah penelitian dari penelitian terdahulu
4 Rumusan masalah dan tujuan
5 Teori utama yang dipakai
6 Kerangka berpikir dalam bentuk bagan
7 Hipotesis, kalau penelitian kuantitatif
8 Metode, populasi, dan sampel
9 Teknik pengumpulan dan analisis data
10 Jadwal penelitian

Halaman ketiga yang paling menentukan kesan. Mahasiswa yang bisa menyebut tiga penelitian terdahulu beserta kekurangannya terlihat jauh lebih menguasai daripada yang menjelaskan latar belakang panjang lebar.

Sikap Selama Sidang

Catat semua masukan. Bawa buku catatan dan tulis apa adanya. Ini juga membuat penguji melihat Anda serius menanggapinya.

Jangan mempertahankan rencana yang jelas bermasalah. Kalau penguji menunjukkan data Anda sulit diakses, itu biasanya benar. Menyanggupinya di ruang sidang hanya memindahkan masalahnya ke bulan depan.

Bedakan masukan wajib dan saran. Kalau tidak jelas, tanyakan langsung apakah hal itu harus diubah atau cukup dipertimbangkan. Menanyakannya di ruang sidang jauh lebih mudah daripada menebak sesudahnya.

Tanyakan tenggat revisinya. Beberapa program studi memberi batas waktu perbaikan proposal sebelum penelitian boleh dimulai.

Setelah Sidang Proposal

Kerjakan revisinya segera, lalu temui pembimbing untuk menyepakati versi akhir sebelum mulai mengambil data. Mengambil data dengan instrumen yang belum disetujui adalah kesalahan yang mahal, karena datanya bisa dinyatakan tidak sah dan harus diulang.

Ketentuan sidang proposal berbeda beda. Sebagian kampus menyebutnya seminar proposal dengan penguji terbatas, sebagian lagi memberlakukannya seperti sidang penuh. Pedoman program studi Anda yang berlaku.

Baca Juga

By Saputra

2 thoughts on “Persiapan Sidang Proposal Skripsi dan Pertanyaan Pengujinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *