Persiapan sidang skripsi dan daftar pertanyaan penguji

Sidang bukan ujian hafalan. Yang diuji adalah apakah Anda memahami apa yang Anda kerjakan dan mampu mempertanggungjawabkannya. Mahasiswa yang menguasai skripsinya tapi gugup biasanya lolos. Mahasiswa yang lancar bicara tapi tidak paham metodenya biasanya tidak.

Panduan ini disusun menurut hitungan mundur, karena persiapan sidang punya urutan yang masuk akal.

Dua Minggu Sebelum

Baca ulang skripsi Anda sendiri dari awal. Terdengar aneh, tapi banyak mahasiswa tidak pernah membaca naskah akhirnya secara utuh karena dikerjakan per bagian dalam rentang berbulan bulan. Akibatnya ada bagian yang tidak lagi mereka ingat.

Tandai setiap angka dan setiap klaim. Untuk tiap angka, pastikan Anda tahu dari mana asalnya dan bagaimana menghitungnya. Untuk tiap klaim, pastikan Anda tahu siapa sumbernya.

Siapkan daftar keterbatasan penelitian Anda sendiri. Penguji pasti menemukan kelemahannya. Lebih baik Anda sudah memegang daftarnya.

Satu Minggu Sebelum

Susun paparan, bukan ringkasan naskah. Kesalahan umum adalah membuat salindia yang memuat semua bab secara merata. Yang ingin didengar penguji adalah masalah, metode, temuan, dan kesimpulan. Bab dua cukup disinggung sekilas.

Batasi jumlah salindia. Kalau waktu paparan lima belas menit, sepuluh sampai dua belas salindia sudah cukup. Lebih dari itu Anda akan terburu buru.

Latih paparan dengan suara keras, bukan di dalam kepala. Waktu yang Anda bayangkan dan waktu sebenarnya biasanya berbeda jauh. Latih minimal tiga kali sampai durasinya pas.

Tiga Hari Sebelum

Pastikan semua administrasi beres. Berkas pendaftaran, bukti bebas plagiarisme, dan persyaratan lain punya tenggat sendiri yang tidak peduli pada kesiapan naskah Anda.

Siapkan cadangan teknis. Berkas paparan di dua tempat, naskah cetak kalau diminta, dan penunjuk kalau Anda memakainya.

Tanyakan susunan acaranya. Berapa lama paparan, berapa penguji, apakah ada sesi tanya jawab terpisah. Mengetahui alurnya mengurangi separuh kegugupan.

Hari Sidang

Datang lebih awal. Bukan untuk belajar lagi, melainkan agar tidak masuk ruangan dalam keadaan terburu buru.

Bawa naskah yang sudah Anda tandai. Penguji sering meminta Anda membuka halaman tertentu. Naskah dengan penanda di bagian metode dan hasil menghemat waktu yang canggung.

Catat setiap pertanyaan sebelum menjawab. Menulisnya memberi Anda dua detik untuk berpikir dan memastikan tidak ada bagian pertanyaan yang terlewat.

Pertanyaan yang Paling Sering Muncul

Tentang latar belakang dan masalah

  • Mengapa topik ini penting diteliti sekarang
  • Apa kebaruan penelitian Anda dibanding yang sudah ada
  • Siapa yang diuntungkan dari hasil penelitian ini

Tentang teori

  • Mengapa memakai teori itu dan bukan teori lain
  • Bagaimana teori itu Anda pakai untuk menganalisis temuan

Tentang metode

  • Mengapa memilih metode ini
  • Bagaimana menentukan jumlah sampel dan atas dasar apa
  • Bagaimana memastikan instrumen Anda mengukur hal yang benar
  • Bagaimana cara Anda memilih narasumber
  • Apakah ada data yang tidak Anda pakai, dan mengapa

Tentang hasil

  • Coba jelaskan arti angka ini
  • Mengapa hasilnya berbeda dari penelitian terdahulu
  • Apakah hasil ini bisa digeneralisasi

Tentang kesimpulan

  • Apakah kesimpulan Anda benar benar menjawab rumusan masalah
  • Apa keterbatasan penelitian Anda
  • Apa saran Anda untuk penelitian berikutnya

Bagian metode dan hasil adalah yang paling banyak dicecar. Kalau waktu persiapan terbatas, kuasai dua bagian itu lebih dulu.

Cara Menjawab Ketika Anda Tidak Tahu

Jangan mengarang. Jawaban karangan hampir selalu memancing pertanyaan lanjutan yang membuka kelemahannya. Satu jawaban karangan bisa berkembang menjadi lima menit yang berat.

Akui dengan tenang, lalu tunjukkan arah. Mengatakan bahwa Anda belum mendalami hal itu, lalu menyebut apa yang Anda ketahui di sekitarnya, jauh lebih baik diterima daripada diam atau mengarang.

Kalau pertanyaannya tidak jelas, minta diulang. Itu bukan kelemahan. Menjawab pertanyaan yang salah dipahami jauh lebih merugikan.

Kalau penguji menunjukkan kekeliruan, catat dan akui. Sidang bukan arena memenangkan argumen. Mahasiswa yang berdebat mempertahankan kesalahan yang jelas biasanya memperpanjang sidangnya sendiri.

Setelah Sidang

Catat seluruh revisi yang diminta saat itu juga, selagi masih segar, dan tanyakan tenggatnya.

Kalau ada masukan yang Anda tidak paham maksudnya, tanyakan di ruangan itu juga. Menanyakannya seminggu kemudian lewat pesan jauh lebih sulit dan sering berakhir dengan tebakan.

Pertanyaan yang Paling Sering Muncul

Daftar berikut disusun dari pola pertanyaan sidang yang berulang. Latih jawabannya dengan suara, bukan hanya dibaca dalam hati, karena yang dinilai adalah kemampuan menjelaskan.

Pertanyaan Yang sebenarnya diuji
Mengapa Anda memilih judul ini Apakah Anda paham urgensi masalahnya
Apa celah penelitian yang Anda isi Apakah Anda membaca penelitian terdahulu
Mengapa memakai teori ini Apakah teori dipakai atau hanya ditempel
Mengapa sampelnya sebanyak itu Apakah ada dasar perhitungannya
Apa temuan utama Anda, dalam satu kalimat Apakah Anda menguasai hasil sendiri
Apa keterbatasan penelitian Anda Kejujuran dan kematangan akademik
Apa bedanya hasil Anda dengan penelitian sebelumnya Apakah bab pembahasan Anda benar benar membahas
Apa manfaat praktis temuan ini Apakah penelitian Anda punya pijakan nyata

Perhatikan kolom kedua. Pertanyaan penguji hampir selalu menguji sesuatu di belakangnya, dan menjawab pertanyaan harfiahnya saja biasanya tidak cukup.

Cara Menjawab Ketika Tidak Tahu

Ini terjadi pada hampir semua orang, dan cara menanganinya lebih menentukan daripada jawabannya sendiri.

Jangan mengarang. Penguji bertanya karena menguasai bidangnya, dan jawaban yang dikarang hampir selalu terdeteksi lalu memicu pertanyaan lanjutan yang lebih sulit.

Akui batasnya, lalu tunjukkan arah. Mengatakan bahwa hal itu di luar cakupan penelitian Anda, lalu menjelaskan apa yang Anda ketahui mendekatinya, jauh lebih baik diterima.

Catat masukannya. Membawa buku catatan ke ruang sidang dan menuliskan masukan penguji menunjukkan Anda akan mengerjakan revisinya, dan membuat tahap revisi jauh lebih mudah.

Jangan berdebat soal selera. Perbedaan pendapat tentang teori atau pendekatan tidak perlu dimenangkan di ruang sidang. Dengarkan, catat, dan bahas dengan pembimbing setelahnya.

Berkas dan Hal Teknis

Yang dapat Anda kendalikan sepenuhnya adalah bagian ini, jadi selesaikan jauh sebelum hari sidang.

  • Naskah tercetak sesuai jumlah yang diminta, dengan penjilidan sebagaimana ditentukan program studi.
  • Berkas persyaratan sidang, termasuk bukti bebas tunggakan, lembar persetujuan pembimbing, dan hasil pemeriksaan kemiripan kalau diwajibkan.
  • Salindia presentasi, sekitar sepuluh sampai lima belas halaman, berisi masalah, pertanyaan, metode, temuan, dan kesimpulan.
  • Satu salinan salindia di penyimpanan lepas dan satu di layanan awan, karena berkas rusak di hari sidang adalah kejadian yang benar benar terjadi.
  • Coba proyektor dan penunjuk kalau dimungkinkan, terutama kalau presentasi Anda memuat tabel bernomor kecil.

Setelah Sidang

Hampir semua mahasiswa menerima revisi, dan itu keadaan normal, bukan tanda kegagalan. Dua hal yang menentukan lamanya tahap ini:

Kerjakan revisi dalam satu minggu pertama. Catatan penguji paling mudah dipahami saat ingatan masih segar, dan antrean tanda tangan biasanya memanjang mendekati batas penyerahan.

Susun daftar revisi per penguji. Satu per satu, dengan tanda ketika selesai. Ini yang Anda tunjukkan saat meminta tanda tangan, dan hampir selalu mempercepat prosesnya.

Perlu diingat, ketentuan berkas, jumlah salinan, dan tenggat revisi berbeda antar program studi. Pedoman program studi Anda yang berlaku.

Baca Juga

By Saputra

One thought on “Persiapan Sidang Skripsi dan Pertanyaan yang Paling Sering Muncul”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *