Menyusun daftar pustaka secara manual masih masuk akal sampai sekitar tiga puluh entri. Di atas itu, tiga hal mulai menyita waktu yang tidak perlu: mengurutkan ulang setiap kali ada entri baru, memastikan semua yang disitir benar benar ada di daftar, dan menulis ulang semuanya ketika pembimbing meminta berganti gaya sitasi.
Aplikasi pengelola referensi menyelesaikan ketiganya. Artikel ini memakai Mendeley sebagai contoh karena paling umum dipakai di kampus Indonesia, tetapi logikanya berlaku untuk aplikasi sejenis.
Cara Kerjanya Secara Umum
Alurnya selalu sama, apa pun aplikasinya.
- Anda menyimpan sumber ke dalam pustaka aplikasi, lengkap dengan datanya
- Anda memasang pengaya di pengolah kata
- Saat menulis, Anda menyisipkan sitasi lewat pengaya, bukan mengetiknya manual
- Daftar pustaka dibuat otomatis dari sitasi yang Anda sisipkan
Keuntungannya terasa di langkah keempat. Karena daftar pustaka dibangun dari sitasi, tidak mungkin ada entri yang tercantum tapi tidak pernah dikutip, atau sebaliknya. Dua kesalahan yang paling sering ditangkap penguji hilang dengan sendirinya.
Langkah Pemasangan
Satu, pasang aplikasinya dan buat akun. Akun diperlukan agar pustaka Anda tersimpan di awan dan bisa dibuka dari perangkat lain. Ini penting, karena kehilangan pustaka di tengah pengerjaan skripsi sangat merepotkan.
Dua, pasang pengaya pengolah kata. Di menu aplikasi biasanya ada pilihan untuk memasang pengaya ke Microsoft Word atau LibreOffice. Setelah terpasang, akan muncul tab baru di pengolah kata Anda.
Tiga, pasang pengaya peramban kalau tersedia. Ini yang membuat penyimpanan sumber jadi cepat, karena Anda bisa menyimpan jurnal langsung dari halamannya.
Cara Memasukkan Sumber
Dari berkas PDF. Seret berkasnya ke jendela aplikasi. Aplikasi akan membaca datanya secara otomatis.
Dari peramban. Saat membuka halaman jurnal, klik pengaya peramban, dan sumbernya tersimpan beserta berkasnya kalau tersedia.
Manual. Untuk buku cetak atau dokumen yang tidak ada versi daringnya, masukkan datanya sendiri.
Bagian yang Paling Sering Dilewati
Ini yang menentukan apakah daftar pustaka Anda nanti benar atau berantakan.
Periksa data tiap sumber setelah diimpor. Pembacaan otomatis sering meleset, terutama pada PDF hasil pindaian atau jurnal terbitan lokal. Yang paling sering salah adalah nama penulis terbalik, tahun kosong, nama jurnal tertukar dengan nama penerbit, dan judul yang tertulis dalam huruf kapital semua.
Satu menit memeriksa tiap sumber saat menyimpannya akan menghemat berjam jam di akhir. Aplikasi hanya merapikan apa yang Anda beri. Data yang salah masuk akan keluar sebagai daftar pustaka yang salah, hanya dengan format yang rapi.
Pastikan gaya sitasinya sesuai pedoman kampus. Pilih gaya di pengaya pengolah kata sebelum mulai menulis. Kalau pedoman kampus Anda memakai gaya yang tidak tersedia di daftar bawaan, biasanya ada pilihan untuk menambah gaya lain.
Saat Menulis
Sisipkan sitasi lewat tab pengaya, bukan dengan mengetik nama dan tahun secara manual. Sitasi yang diketik manual tidak akan ikut terbaca saat daftar pustaka dibuat.
Daftar pustaka disisipkan sekali di akhir naskah, dan akan memperbarui dirinya setiap kali Anda menambah sitasi baru.
Masalah yang Umum Terjadi
Daftar pustaka tidak ikut berubah saat gaya sitasi diganti. Biasanya karena ada sitasi yang diketik manual. Telusuri naskah dan ganti yang manual dengan sitasi dari pengaya.
Nama penulis muncul terbalik atau tidak lengkap. Perbaiki di data sumbernya, bukan di naskah. Perbaikan di naskah akan hilang saat daftar diperbarui.
Pengaya tidak muncul di pengolah kata. Biasanya karena pengolah kata sedang terbuka saat pengaya dipasang. Tutup, lalu pasang ulang.
Pustaka tidak tersinkron antar perangkat. Periksa apakah Anda masuk dengan akun yang sama, dan apakah batas penyimpanan gratisnya sudah penuh.
Kebiasaan yang Membuatnya Benar Benar Menghemat Waktu
Simpan sumber sejak pertama kali Anda membacanya, bukan nanti saat menulis. Beri map atau label per bab agar mudah ditemukan. Dan periksa datanya saat menyimpan, bukan saat sudah terlanjur dipakai di lima puluh tempat.
Kesalahan yang Membuat Perkakas Referensi Terasa Merepotkan
Keluhan yang paling sering muncul bukan soal cara memakainya, melainkan hasilnya tidak sesuai harapan. Hampir selalu penyebabnya salah satu dari empat hal berikut.
Metadata tidak diperiksa setelah berkas dimasukkan. Perkakas membaca keterangan dari berkas PDF, dan keterangan itu sering tidak lengkap atau salah. Nama pengarang terbalik, tahun kosong, atau judul terbaca sebagai nama jurnal. Periksa setiap entri baru, karena kesalahan di pangkalan data akan muncul di seluruh daftar pustaka.
Gaya sitiran tidak diatur sesuai pedoman kampus. Gaya baku yang terpasang belum tentu sama dengan yang diwajibkan program studi Anda. Atur sekali di awal, lalu jangan diubah di tengah penulisan.
Daftar pustaka disunting manual. Begitu Anda mengubah hasilnya dengan tangan, perkakas akan menimpanya pada pembaruan berikutnya. Perbaiki di entri sumbernya, bukan di naskah.
Dipakai mulai di tengah penulisan. Memasukkan delapan puluh referensi sekaligus setelah naskah hampir selesai memakan waktu lebih lama daripada menyusunnya manual sejak awal. Mulai sejak referensi pertama.
Kebiasaan yang Membuatnya Benar Benar Menghemat Waktu
- Masukkan sumber begitu diunduh, bukan dikumpulkan dulu di folder unduhan.
- Beri tanda atau folder per bab, agar saat menulis bab tertentu Anda tidak menyaring seluruh pangkalan data.
- Tulis satu catatan pendek pada setiap entri, berisi alasan sumber itu Anda simpan.
- Pastikan pencadangannya berjalan, dan sesekali ekspor pangkalan data Anda ke berkas terpisah.
Yang terakhir penting. Mahasiswa yang kehilangan pangkalan data referensinya di tahap akhir skripsi kehilangan pekerjaan berbulan bulan, dan pemulihan tidak selalu mungkin.
Kalau Perkakas Ini Tidak Cocok
Mendeley bukan satu satunya pilihan, dan tidak ada keharusan memakainya. Zotero menjalankan tugas yang sama dan banyak dipakai di lingkungan akademik. Fitur pengelolaan sitiran pada pengolah kata yang Anda pakai juga cukup untuk naskah dengan referensi yang tidak terlalu banyak.
Yang menentukan bukan perkakasnya, melainkan Anda memakai satu sistem secara konsisten sejak awal. Berganti ganti perkakas di tengah penulisan adalah penyebab kekacauan daftar pustaka yang paling sering ditemui.
Periksa juga apakah kampus Anda menyediakan panduan atau pelatihan resmi untuk salah satu perkakas ini. Beberapa perpustakaan kampus mengadakannya tiap semester, dan mengikuti satu sesi biasanya lebih cepat daripada mencoba sendiri.
Baca Juga
- Keterampilan Akademik yang Tidak Diajarkan di Kelas
- Cara Membaca Jurnal Ilmiah dengan Cepat tanpa Kehilangan Isinya
- Cara Menyusun Daftar Pustaka yang Benar Beserta Contohnya
- Cara Menghindari Plagiarisme dan Memahami Batas Kemiripan
