Cara membaca jurnal ilmiah dengan cepat untuk tugas dan skripsi

Membaca jurnal dari kalimat pertama sampai kalimat terakhir adalah cara paling lambat dan paling melelahkan. Peneliti berpengalaman tidak melakukannya. Mereka membaca berlapis, dan berhenti begitu tahu jurnal itu tidak mereka butuhkan.

Untuk skripsi, ini penting karena Anda perlu menyaring puluhan jurnal untuk menemukan sepuluh sampai lima belas yang benar benar terpakai. Membaca semuanya secara utuh akan menghabiskan waktu berminggu minggu.

Metode Tiga Putaran

Putaran pertama, sekitar dua menit

Tujuannya satu, memutuskan jurnal ini layak dibaca atau tidak. Baca hanya tiga hal, dengan urutan ini.

  1. Judul. Apakah benar membahas hal yang Anda cari.
  2. Abstrak. Perhatikan khususnya kalimat tentang tujuan dan temuan.
  3. Kesimpulan. Dua paragraf terakhir biasanya memuat inti temuannya.

Setelah itu putuskan. Kalau tidak relevan, tutup dan lanjut ke jurnal berikutnya tanpa rasa bersalah. Sebagian besar jurnal yang Anda buka memang akan berakhir di sini, dan itu normal.

Putaran kedua, sekitar sepuluh menit

Untuk jurnal yang lolos putaran pertama. Tujuannya memahami apa yang dikerjakan peneliti dan apa hasilnya.

  1. Pendahuluan, khususnya paragraf terakhir yang biasanya memuat tujuan penelitian.
  2. Metode, cukup bagian jenis penelitian, sumber data, dan cara analisisnya. Lewati detail teknisnya dulu.
  3. Tabel dan gambar beserta keterangannya. Di sinilah temuan sebenarnya berada. Banyak orang melewatinya padahal inilah isi terpadat sebuah jurnal.
  4. Bagian pembahasan.

Lewati landasan teori untuk sementara. Bagian itu baru diperlukan kalau jurnalnya masuk putaran ketiga.

Putaran ketiga, satu jam atau lebih

Hanya untuk jurnal yang benar benar menjadi rujukan utama Anda, biasanya tidak lebih dari lima sampai delapan buah.

Di sini Anda membaca utuh, termasuk landasan teori dan detail metode. Yang dikerjakan bukan sekadar membaca, melainkan menguji. Apakah metodenya masuk akal untuk menjawab pertanyaan mereka. Apakah kesimpulannya benar benar ditopang datanya. Apa yang mereka akui sebagai keterbatasan.

Bagian keterbatasan dan saran penelitian lanjutan adalah tambang celah penelitian. Baca dengan serius.

Bagian yang Paling Sering Dilewati Padahal Penting

Keterangan tabel dan gambar. Isinya padat dan sering memuat informasi yang tidak diulang di badan teks.

Jumlah sampel dan cara pengambilannya. Temuan dengan tiga puluh responden dan tiga ribu responden tidak bisa diperlakukan sama, dan penguji akan menanyakannya kalau Anda mengutipnya tanpa konteks.

Tahun pengambilan data, bukan tahun terbit. Jurnal terbit 2025 bisa saja memakai data 2019. Untuk topik yang kondisinya berubah cepat, ini menentukan apakah temuannya masih berlaku.

Konflik kepentingan dan sumber pendanaan. Biasanya di bagian akhir, dan kadang menjelaskan banyak hal.

Cara Mencatat agar Tidak Membaca Ulang

Masalah terbesar bukan membaca, melainkan lupa. Tiga bulan kemudian Anda ingat pernah membaca sesuatu yang relevan tapi tidak ingat di jurnal mana.

Untuk setiap jurnal yang lolos putaran kedua, catat lima baris berikut.

  1. Sumber lengkap, dalam format yang nanti dipakai di daftar pustaka
  2. Pertanyaan yang mereka jawab
  3. Metode dan jumlah sampelnya
  4. Temuan utamanya, satu kalimat
  5. Untuk bagian mana skripsi saya ini berguna

Baris kelima yang paling sering dilewati padahal paling menghemat waktu nanti.

Satu aturan yang wajib, kalau Anda menyalin kalimat persis, beri tanda kutip sejak di catatan dan tulis nomor halamannya. Catatan yang kehilangan tanda kutip adalah awal dari sebagian besar plagiarisme yang tidak disengaja.

Soal Jurnal Berbahasa Inggris

Banyak mahasiswa menghindarinya, padahal rujukan terbaik untuk sebagian besar topik ada di sana.

Yang membantu, baca abstrak dengan alat penerjemah untuk menyaring di putaran pertama, tapi di putaran kedua dan ketiga baca naskah aslinya. Terjemahan mesin sering menggeser istilah teknis, dan menyitir berdasarkan terjemahan yang bergeser adalah risiko yang tidak perlu.

Istilah bidang Anda jumlahnya terbatas. Setelah sepuluh jurnal pertama, membacanya jauh lebih cepat.

Cara Menilai Jurnal Sebelum Membacanya

Keterampilan yang paling menghemat waktu bukan membaca cepat, melainkan memutuskan untuk tidak membaca. Empat pertanyaan berikut dapat dijawab dalam waktu kurang dari satu menit per artikel.

Apakah terbitannya jelas? Nama jurnal, nomor volume, nomor terbitan, dan tahun harus ada. Artikel tanpa keterangan terbitan yang jelas sebaiknya dilewati.

Apakah ada DOI atau nomor terbitan yang bisa dilacak? Ini cara tercepat memastikan artikel benar benar terbit, bukan unggahan lepas.

Apakah tahunnya masih relevan? Untuk kajian teori, artikel lama justru sering wajib dibaca. Untuk data dan keadaan lapangan, artikel di atas sepuluh tahun perlu alasan khusus.

Apakah metodenya sesuai dengan kebutuhan Anda? Artikel yang isinya bagus tetapi metodenya tidak relevan dengan rencana penelitian Anda tidak akan banyak membantu di bab metode.

Bagian yang Dibaca Bergantung pada Kebutuhan

Kebutuhan Anda Bagian yang dibaca Yang dicari
Mencari celah penelitian Pendahuluan dan bagian saran Keterbatasan yang diakui penulis
Menyusun landasan teori Tinjauan pustaka Teori utama dan sumber aslinya
Menyusun bab metode Metode Populasi, instrumen, teknik analisis
Membandingkan temuan Hasil dan pembahasan Angka dan arah hubungan
Mencari sumber tambahan Daftar pustaka Sumber yang berulang di beberapa artikel

Cara terakhir sering diabaikan padahal paling berguna. Kalau satu sumber muncul di daftar pustaka beberapa artikel yang Anda baca, hampir pasti sumber itu penting di bidangnya, dan layak dibaca lebih dulu daripada artikel yang Anda temukan secara acak.

Catatan yang Berguna Nanti

Catatan yang baik bukan ringkasan artikel. Yang terpakai saat menulis adalah empat hal saja, dan menuliskannya memakan waktu kurang dari lima menit per artikel.

  1. Pertanyaan yang dijawab artikel itu, dalam satu kalimat.
  2. Metode dan jumlah sampelnya.
  3. Temuan utamanya, beserta angkanya kalau ada.
  4. Satu kalimat berisi cara Anda akan memakainya, misalnya sebagai pembanding temuan atau sebagai dasar instrumen.

Tambahkan nomor halaman pada setiap kutipan langsung yang Anda catat. Mencari ulang satu nomor halaman di artikel tiga puluh halaman, beberapa bulan kemudian, memakan waktu jauh lebih lama daripada menuliskannya saat itu.

Kesalahan yang Memakan Waktu Paling Banyak

Mengunduh dulu, membaca nanti. Berkas menumpuk, dan ketika dibutuhkan Anda tidak ingat mana yang relevan. Baca sekilas saat mengunduh, lalu beri nama berkas yang menjelaskan isinya.

Membaca dari awal sampai akhir. Artikel ilmiah tidak ditulis untuk dibaca berurutan. Abstrak dan kesimpulan memuat inti; sisanya dibaca kalau memang diperlukan.

Menandai hampir seluruh halaman. Kalau separuh halaman tersorot, penandanya tidak lagi berfungsi. Batasi pada kalimat yang akan benar benar Anda pakai.

Baca Juga

By Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *