Hampir semua yang membuat kuliah terasa berat bukan isi mata kuliahnya, melainkan keterampilan di sekelilingnya. Cara membaca jurnal tanpa menghabiskan satu hari untuk satu artikel. Cara mencatat sehingga catatannya masih berguna tiga bulan kemudian. Cara menyitir sumber dengan benar. Cara menyusun tugas tanpa menumpuk semuanya di malam terakhir.
Tidak ada mata kuliah yang mengajarkan itu. Sebagian besar mahasiswa mempelajarinya sambil jalan, dan harganya waktu yang terbuang serta nilai yang tidak sesuai usaha.
Halaman ini adalah peta untuk keterampilan tersebut. Tiap bagian dibahas lebih dalam di artikel tersendiri.
Empat Keterampilan yang Paling Berpengaruh
Satu, membaca secara selektif
Masalah mahasiswa bukan kekurangan bahan, melainkan kelebihan. Satu pencarian bisa memunculkan ratusan jurnal, dan membaca semuanya secara utuh mustahil.
Yang perlu dikuasai adalah membaca berlapis, yaitu menyaring cepat untuk memutuskan mana yang layak dibaca serius, lalu membaca utuh hanya untuk sedikit yang benar benar menjadi rujukan utama. Peneliti berpengalaman melakukan ini secara refleks.
Dua, mencatat dengan sistem
Catatan yang baik bukan catatan yang rapi, melainkan catatan yang bisa dipanggil ulang. Bedanya terletak pada apakah tiap catatan memuat sumbernya, konteksnya, dan alasan Anda menyimpannya.
Satu aturan yang mencegah banyak masalah: beri tanda kutip pada apa pun yang Anda salin persis, sejak di catatan, lengkap dengan nomor halaman. Sebagian besar plagiarisme yang tidak disengaja bermula dari catatan yang kehilangan tanda itu.
Tiga, menyitir dan menyusun daftar pustaka
Ini keterampilan yang paling mekanis dan paling mudah dikuasai, tetapi juga yang paling sering diabaikan sampai pekan terakhir. Padahal memperbaiki seratus entri di akhir jauh lebih menyakitkan daripada menerapkannya sejak awal.
Begitu daftar pustaka Anda melewati sekitar tiga puluh entri, aplikasi pengelola referensi menghemat waktu yang sangat banyak, terutama ketika pembimbing meminta berganti gaya sitasi di tengah jalan.
Empat, menyampaikan
Tugas yang baik bisa dinilai rendah karena disampaikan dengan buruk, dan ini terjadi lebih sering daripada yang diakui. Presentasi yang menumpuk seluruh isi makalah ke dalam salindia adalah bentuk paling umum dari kesalahan ini.
Urutan Mempelajarinya
Kalau Anda ingin mulai dari satu hal saja, mulai dari membaca selektif. Keterampilan itu yang paling cepat terasa dampaknya, karena langsung memangkas waktu yang terbuang.
Setelah itu, sistem mencatat. Lalu sitasi, idealnya sebelum Anda mulai mengerjakan tugas besar pertama, bukan sesudahnya.
Satu Catatan tentang Aturan Kampus
Gaya sitasi, format penulisan, dan ketentuan tugas berbeda antar program studi, bahkan antar dosen di program studi yang sama. Panduan di situs ini bersifat umum dan mengacu pada praktik yang lazim.
Kalau ada perbedaan antara yang kami tulis dan pedoman kampus Anda, yang berlaku adalah pedoman kampus Anda.
Mengapa Keterampilan Ini Tidak Diajarkan
Kurikulum program sarjana disusun berdasarkan capaian pembelajaran per mata kuliah. Tidak ada satu mata kuliah pun yang bertugas mengajarkan cara mencari sumber, cara membaca cepat, atau cara mengelola kutipan, karena semuanya dianggap kemampuan dasar yang terbentuk sendiri sambil jalan.
Pada sebagian mahasiswa anggapan itu benar. Pada sebagian lainnya tidak, dan akibatnya baru terasa di semester lima ke atas, ketika tugas berubah dari menghafal menjadi menyusun argumen dari bacaan.
Jadi keterampilan di bawah ini bukan tambahan. Ini yang membedakan mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir dengan tenang dari mahasiswa yang mengerjakannya sambil belajar cara mengerjakannya.
Empat Keterampilan dan Urutan Mempelajarinya
Urutannya bukan acak. Tiap keterampilan menjadi dasar bagi yang berikutnya.
| Urutan | Keterampilan | Kapan mulai dipakai | Akibat kalau dilewati |
|---|---|---|---|
| 1 | Membaca jurnal secara efisien | Semester satu, pada tugas pertama yang menuntut referensi | Waktu baca habis, isi tidak tertangkap |
| 2 | Mengelola kutipan dan daftar pustaka | Begitu referensi lebih dari lima | Daftar pustaka disusun ulang dari nol tiap tugas |
| 3 | Memakai perkakas referensi | Begitu referensi lebih dari dua puluh | Daftar pustaka tidak cocok dengan sitiran di badan tulisan |
| 4 | Menulis tanpa plagiarisme | Setiap tulisan, tanpa kecuali | Nilai dibatalkan, pada kasus berat sanksi akademik |
Perhatikan kolom terakhir. Tiga yang pertama memakan waktu Anda. Yang keempat memakan hal yang tidak bisa diganti dengan kerja lebih keras.
Cara Melatihnya tanpa Menambah Beban
Kesalahan yang umum adalah menunggu waktu luang untuk mempelajari keterampilan ini. Waktu luang itu tidak akan datang. Yang berhasil adalah melatihnya di dalam tugas yang memang sedang dikerjakan.
Pakai tugas berikutnya sebagai latihan. Pada tugas makalah berikutnya, kerjakan satu hal secara sadar, misalnya membaca jurnal dengan tiga tahap, bukan dari awal sampai akhir. Satu keterampilan per tugas, bukan empat sekaligus.
Bangun satu pangkalan referensi, bukan satu folder per tugas. Referensi yang Anda kumpulkan di semester tiga sering masih terpakai di skripsi. Mahasiswa yang menyimpannya rapi sejak awal memulai skripsi dengan puluhan sumber yang sudah terbaca.
Catat sambil membaca, bukan setelahnya. Satu kalimat berisi temuan utama dan nomor halamannya, ditulis saat itu juga. Ini praktik yang paling banyak menghemat waktu di tahap penulisan, dan yang paling sering diabaikan.
Periksa gaya sitiran kampus Anda sekali, lalu pegang. APA, Vancouver, dan gaya lain punya aturan berbeda. Memastikannya sekali di pedoman penulisan kampus lebih baik daripada menebak tiap kali.
Tanda Keterampilan Anda Masih Kurang
Empat gejala berikut lebih bisa diandalkan daripada perasaan.
- Anda membuka ulang sumber yang sama berkali kali karena lupa bagian mana yang penting.
- Menyusun daftar pustaka memakan waktu lebih lama daripada menulis satu bab.
- Anda tidak yakin batas antara parafrase dan menyalin.
- Anda punya banyak berkas jurnal yang terunduh tapi belum terbaca, dan tidak tahu mana yang sudah dipakai.
Kalau satu saja terasa akrab, itu bukan soal rajin atau tidak. Itu keterampilan yang belum pernah diajarkan kepada Anda, dan bisa dipelajari dalam beberapa jam.
Panduan Terperinci untuk Tiap Keterampilan
- Cara Membaca Jurnal Ilmiah dengan Cepat tanpa Kehilangan Isinya
- Cara Menyusun Daftar Pustaka yang Benar Beserta Contohnya
- Cara Mengelola Daftar Pustaka dengan Mendeley
- Cara Menghindari Plagiarisme dan Memahami Batas Kemiripan
Panduan Utama Lainnya di InfoMahasiswa
- Panduan Menyusun Skripsi dari Nol sampai Sidang
- Bertahan di Tahun Pertama Kuliah
- Memahami SKS, IPK, dan IPS Beserta Cara Menghitungnya
Panduan Lanjutan
- Mengenal Gaya Sitasi APA, MLA, dan IEEE serta Kapan Memakainya
- Cara Menulis Makalah Kuliah yang Benar
- Cara Menyusun Presentasi Tugas yang Tidak Membosankan

[…] Keterampilan Akademik yang Tidak Diajarkan di Kelas […]
[…] Keterampilan Akademik yang Tidak Diajarkan di Kelas […]
[…] Keterampilan Akademik yang Tidak Diajarkan di Kelas […]
[…] Keterampilan Akademik yang Tidak Diajarkan di Kelas […]
[…] Keterampilan Akademik yang Tidak Diajarkan di Kelas […]